19 Juni Sejarah Dunia: Pertempuran Pribumi Lawan Belanda di Kalimantan Hingga Pertempuran Laut Filipina

0
799
Pertempuran antara Pribumi Melawan Belanda di Kalimantan, Pada 19 Juni 1861, Pangeran Hidayatullah datang ke Gunung Pamaton di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Pertempuran antara Pribumi Melawan Belanda di Kalimantan, Pada 19 Juni 1861, Pangeran Hidayatullah datang ke Gunung Pamaton di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

SOLO, Nawacita – Bermacam-macam peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 19 Juni. Pertempuran antara pasukan Sekutu dan pasukan Jepang di wilayah Pulau Tarakan adalah salah satu peristiwa yang terjadi pada 19 Juni. Demi mengenangnya, kami merangkum berbagai macam peristiwa itu dalam catatan peristiwa dunia hari ini, 19 Juni, yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org.

1861
Pertempuran antara Pribumi Melawan Belanda di Kalimantan, Pada 19 Juni 1861, Pangeran Hidayatullah datang ke Gunung Pamaton di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Rakyat Gunung Pamaton menyambut kedatangan Pangeran Hidayatullah dan membuat benteng pertahanan sebagai usaha mencegah serangan Belanda menangkap Pangeran Hidayatullah.

Saat itu, serangan terhadap benteng Gunung Pamaton berhasil digagalkan oleh rakyat yang hanya memiliki persenjataan sederhana. Benteng Gunung Pamaton berhasil dipertahankan oleh pasukan perang yang dipimpin oleh Pangeran, Demang Lehman, Tumenggung Gamar, Raksapati, serta Kiai Puspa Yuda Negara. Selain itu, terdapat pula pahlawan wanita Kiai Cakrawati yang selalu menunggang kuda yang sebelumnya ikut mempertahankan Benteng Gunung Madang, dan saat itu ikut mempertahankan Benteng Gunung Pamaton.

1865
Setelah dua tahun mendeklarasikan kebebasan dan persamaan hak, para budak di Galveston, Texas, Amerika Serikat (AS) mendapatkan jaminan kebebasan penuh dari pemerintah. Hari ini dikenang sebagai Juneteenth atau Hari Kebebasan. Istilah kata Juneteenth berasal dari gabungan kata June dan Nineteenth yang berarti 19 Juni.

1867
Raja Meksiko, Maximilian I, tertangkap pasukan Republikan pimpinan Benito Juarez dan dieksekusi mati di Queretaro, Meksiko. Maximilian I dieksekusi dengan cara ditembak mati. Benito Juarez yang memimpin penangkapan Maximilian I lantas dinobatkan sebagai pahlawan nasional di Meksiko karena dianggap berhasil mereformasi pemerintahan di Meksiko.

Baca Juga: 18 Juni Sejarah Dunia: Amerika Deklarasikan Perang Melawan Inggris Hingga Lahirnya Paul McCartney

1875
Pemberontakan orang-orang Herzegovina terhadap Kesultanan Ottoman dimulai. Meski demikian, perang antara pasukan pemberontak dan pasukan kesultanan baru terjadi pada 9 Juli. Pasukan pemberontak berhasil menang setelah bertempur kurang lebih dua tahun. Kemenangan pasukan pemberontakan Herzegovina itu memicu pemberontakan di wilayah lain di kesultanan Ottoman, antara lain Bosnia dan Montenegro.

1910
Untuk kali pertama, Hari Ayah dirayakan di Spokane, Washington, Amerika Serikat (AS). Kini, Hari Ayah tersebut dirayakan masyarakat di 75 negara di dunia setiap minggu ketiga di bulan Juni. Sementara di Indonesia, Hari Ayah diperingati setiap 12 November.

1938
Italia kembali menyabet gelar juara dunia di Final Piala Dunia FIFA tahun 1938. Italia berhasil kembali merebut gelar juara piala dunia setelah menaklukan Hungaria dengan skor 4-2, pada 19 Juni 1938. Final piala dunia 1938 sendiri digelar di Stade Olympique de Colombes, Paris, dengan dihadiri sekira 45.000 penonton. Empat gol yang membawa Italia juara dunia diciptakan oleh Colaussi dan Piola. Keduanya masing-masing mencetak dua gol.

1944
Dimulainya Pertempuran Laut Filipina, Pada 19 Juni 1944 terjadi pertempuran di Laut Filipina. Pertempuran tersebut terjadi antara Angkatan Laut Amerika Serikat dengan Angkatan Laut Jepang. Pertempuran di Laut Filipina menjadi sejarah penting dalam Perang Dunia II. Dimana, saat itu pasukan Amerika berhasil melumpuhkan kemampuan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang untuk melancarkan serangan kapal induknya secara besar-besaran.

Pertempuran ini terjadi dalam penyerbuan Amerika Serikat ke Kepulauan Mariana selama Perang Pasifik. Pertempuran ini adalah yang terakhir dari lima pertempuran kapal induk besar antara Amerika Serikat dan Jepang, melibatkan Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika dan juga kapal dan pesawat berbasis darat dari Armada Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dan garnisun pulau-pulau terdekat.

1945
Pertempuran antara pasukan Sekutu dan pasukan Jepang untuk kali kedua terjadi di Pulau Tarakan, Hindia-Belanda atau kini Indonesia. Pertempuran tersebut berhasil dimenangi pasukan Sekutu dengan merebut Pulau Tarakan dari tangan Jepang. Pulau Tarakan menjadi bahan rebutan karena ada tambang minyak yang dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan. Meski menang, banyak kalangan yang menganggap harga yang harus dibayar Sekutu terlalu tinggi dengan kehilangan 15.532 tentaranya.

Baca Juga: 28 Mei Sejarah Dunia: Belgia Menyerah Ke Jerman Hingga Berdirinya Perusahaan Volkswagen

1961
Kuwait mendeklarasikan kemerdekaan dari Inggris. Setelah merdeka, Sheikh Abdullah Al-Salim Al-Sabah menjadi raja di Kuwait. Kuwait lantas mengadakan pemilihan parlemen pertamanya pada 1963.

1980
Kantor Kedutaan Besar Inggris di Irak diserang kelompok teroris menggunakan granat dan senjata api lainnya. Serangan tersebut berhasil dihentikan setelah tiga teroris ditembak mati pihak keamanan Irak. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

1991
Invasi tentara Uni Soviet ke Hungaria resmi berakhir setelah semua pasukannya ditarik mundur. Setelah Perang Dunia II berakhir, Uni Soviet kembali menginvasi Hungaria sejak 1956.

2009
Pasukan Pakistan memulai Operasi Rah-e-Nijat dengan mengerahkan 28.000 tentara untuk meredam pemberontakan di wilayah Waziristan Selatan. Operasi ini merupakan bagian dari Perang Pakistan Barat Daya.

soknws.

LEAVE A REPLY