Lika-liku Tahun Ajaran Baru Sekolah di Tengah Pandemi Corona

0
313
Ilustrasi Kegiatan Disekolah
Ilustrasi Kegiatan Disekolah

Jakarta, Nawacita – Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di tahun ajaran baru 2020/2021 tidak akan dilakukan dengan tatap muka di sekolah seperti biasanya demi mencegah penularan virus corona (Covid-19). Tahun ajaran baru sendiri dimulai 13 Juli mendatang.

“Tahun ajaran 2020/2021 akan dilaksanakan sesuai waktu yang direncanakan, tapi bukan berarti KBM akan dimulai secara tatap muka di sekolah,” ujar Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Evy Mulyani, Selasa (9/6).

Evy mengatakan sebagian besar sekolah akan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Keselamatan guru, siswa dan orang tua tetap diprioritaskan.

Namun, ia tak menjelaskan apakah berarti sebagian kecil sekolah akan kembali melakukan kegiatan tatap muka di kelas. Hingga kini Kemendikbud belum mengumumkan secara resmi bagaimana mekanisme proses pembelajaran di tahun ajaran baru.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta kejelasan dari Kemendikbud jelang tahun ajaran baru. Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim mengatakan para guru dan orang tua sudah larut dalam kecemasan dan tanda tanya.

Terlebih, sejumlah pemerintah daerah sudah mengambil sikap ihwal kegiatan belajar mengajar jelang tahun ajaran baru seperti yang dilakukan Pemprov Jawa Barat, Pemprov DKI Jakarta, dan Pemkot Bukittinggi (Sumatera Barat).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan belum ada rencana pembukaan sekolah pada tahun ini. PJJ bakal tetap berlangsung sampai tahun ajaran baru.

Begitu pun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2020/2021 tidak akan dilakukan tatap muka di sekolah jika wilayahnya belum aman dari penyebaran virus corona.

Sedangkan Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat sempat menyatakan rencana bakal membuka sekolah pertengahan Juli dengan sejumlah ketentuan.

“Ini terkesan jalan masing-masing. Daerah tak bisa seperti itu. Kemendikbud juga jangan diam saja, seolah lepas tangan. Memberikan kebebasan kepada daerah dan sekolah,” ungkap Satriwan.

Kemendikbud sebelumnya menyatakan ada wacana pembukaan sekolah pada pertengahan Juli 2020. Ini hanya untuk daerah dengan zona hijau.

Namun hingga kini belum ada kepastian rinci terkait daerah mana saja yang dibolehkan melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka di kelas.

CNNIndonesia.com telah berupaya menghubungi Mendikbud Nadiem Makarim dan melalui Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi dan Media Mendikbud, Muhammad Heikal terkait keputusan pembukaan sekolah. Namun, hingga kini belum mendapat jawaban.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga belum menjawab konfirmasi soal wacana Kemendikbud membuka sekolah.

Terpisah, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia meminta Kemendikbud memundurkan tahun ajaran baru. Menurut mereka, opsi ini bakal disetujui para orang tua.

Menurut laporan JPPI, ada 59 persen orang tua yang setuju penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan tahun ajaran baru diundur sampai pandemi berakhir.

Kemudian 17 persen setuju PPDB dan tahun ajaran baru diundur hingga 2021, dan 24 persen setuju PPDB dan tahun ajaran baru tetap dimulai Juli 2020.

Mereka ingin tahun ajaran baru diundur karena takut putra-putrinya terpapar virus corona ketika kegiatan belajar mengajar dilakukan di sekolah.

“Banyak juga sekolah yang belum siap menerapkan protokol Covid-19 karena keterbatasan sarana dan juga sumber daya,” ungkap JPPI dalam keterangan tertulis.

CNNIndonesia.com

LEAVE A REPLY