Pemerintah Beri ‘Lampu Hijau’ Pembukaan Pesantren dengan Protokol Kesehatan

0
209
Foto : Ma'ruf Amin
Foto : Ma'ruf Amin

Jakarta, Nawacita – Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama sejumlah menteri dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan rapat secara virtual siang ini. Pertemuan itu membahas kegiatan operasional pesantren saat diadakannya new normal.

“Wapres melakukan pertemuan intensif dengan Menko PMK, Menkeu, Menag, Menkominfo, Menteri PUPR, Menteri Desa, Kepala Gugus Tugas,” ujar juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi, dalam keterangannya, Rabu (10/6/2020).

“Pertemuan berlangsung pada pukul 14.00-16.00 WIB membahas sistem pendidikan pesantren untuk muslim dan asrama untuk nonmuslim,” imbuhnya.

Masduki mengatakan penyelenggaraan pendidikan di pesantren sudah bisa dimulai. Namun harus memperhatikan status kasus Corona di wilayahnya.

“Pada intinya penyelenggaraan pendidikan di pesantren dan asrama bisa dimulai. Utamanya di zona hijau dan kuning,” jelasnya.

Pihak pesantren harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Namun tetap harus aman dari COVID-19. Artinya, harus mengutamakan aspek kesehatan dan infrastruktur agar pesantren dan asrama tidak menjadi klaster penyebaran virus,” tuturnya.

Pesantren dan asrama yang berada di zona merah diminta berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Masduki menegaskan semua harus berada di bawah koordinasi Gugus Tugas.

“Sementara itu, untuk pesantren dan asrama yang berada di zona merah namun pendidikannya sudah berjalan, harus koordinasi dengan gugus tugas setempat. Begitupun pesantren di zona merah namun hendak memulai kegiatan pendidikannya, tetap harus koordinasi dengan gugus tugas,” ungkapnyaPemerintah saat ini tengah menyiapkan sistem belajar jarak jauh bagi pesantren dan asrama serta mengoptimalkan infrastruktur untuk belajar secara online.

“Untuk jangka panjang, pemerintah akan investasi jaring infrastruktur untuk menyiapkan kegiatan distance learning bagi pendidikan pesantren dan asrama. Hal ini untuk mengatasi tidak optimalnya pembelajaran online akibat kondisi infrastruktur yang tidak memadai. Begitu juga dengan metode pembelajarannya harus diperbaiki,” ungkapnya.

Detik.com

LEAVE A REPLY