Pemerintah Diminta Simulasi dan Sosialisasi Masif soal New Normal

0
847
Politisi PPP, Achmad Baidowi.
Nawacita – Wacana penerapan new normal yang dicanangkan pemerintah terus bergulir. Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan seharusnya pemerintah melakukan simulasi dan sosialisasi sebelum menerapkan kebijakan agar masyarakat dapat terbiasa.
“Agar pemerintah melakukan simulasi dan sosialisasi yang massif kepada masyarakat terkait new normal agar terbiasa,” kata pria yang disapa Awiek itu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6).
Selain itu, kata dia, pemerintah perlu memperhatikan kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di setiap daerah untuk menyambut penerapan new normal.
“Selain itu, pemenuhan terhadap infrastruktur, fasilitas kesehatan serta kecukupan tenaga medis harus mendapat perhatian khusus. Mengingat kondisi setiap daerah tidak sama,” tuturnya.
Sekretaris Fraksi PPP itu juga menyoroti penerapan new normal di bidang usaha. Dia khawatir adanya protokol kesehatan untuk menjaga jarak, akan berimplikasi terhadap pengurangan karyawan atau PHK. Untuk itu, kata dia, sektor usaha perlu membuat regulasi seperti memperpanjang jam operasional.
“Mengingat new normal ada pembatasan orang dalam beraktivitas sebagai konsekuensi jaga jarak, maka dikhawatirkan akan terjadi pengurangan tenaga pekerja yang berimbas pada PHK. Karena itu negara harus hadir melindungi pekerja dan jangan sampai PHK meluas,” tuturnya.
“Adanya pembatasan orang dalam bekerja sebagai konsekuensi jaga jarak, maka perlu alternatif lain seperti membuat jam operasional diperpanjang dan pekerja bergiliran, sehingga PHK bisa diminimalisir,” lanjut Awiek.
Lebih lanjut, Awiek berharap pemerintah dapat memastikan sejumlah pihak yang terlibat dalam dunia usaha displin menjalankan protokol kesehatan.
“Jaga jarak, memakai masker dan sering cuci tangan. Untuk itu dibutuhkan ketegasan regulasi dan kedisiplinan menjalankan regulasi tersebut,” tandas dia
kmprn

LEAVE A REPLY