Mendag Agus Ajak Beli Produk Indonesia Agar Ekonomi Tidak Terpuruk

0
223
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto.
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto.

JAKARTA, Nawacita – Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara konsisten terus mendorong pembelian penggunaan produk buatan dalam negeri agar terus berkiprah. Dengan membangkitkan usaha ini sesungguhnya ada sumber pendapatan dari ratusan bahkan ribuan pelaku usaha dan pekerja Indonesia dari beberapa produk buatan dalam negeri.

“Ayo terus dukung UMKM Indonesia yang banyak memproduksi produk-produk buatan Indonesia,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto di Jakarta, Jumat (15/5). Menurutnya pandemi COVID-19 telah memukul seluruh lapisan dunia usaha di Indonesia tidak terkecuali UMKM. Sehingga saatnya kita harus peduli dan bangkitkan produk buatan dalam negeri.

“Tak bisa dipungkiri wabah pandemi COVID-19 membuat dunia usaha banyak yang mengalami situasi yang sulit dan tekanan yang berat. Kesulitan ini bukan saja dialami Indonesia, tapi juga oleh banyak negara di dunia. Setiap negara berjuang untuk menyelamatkan seluruh rakyat agar ekonominya tidak terpuruk,” kata Mendag.
Baca Juga: Impor Produk Asal China Naik USD762,3 Juta pada April

Sebelumnya peluncuran Gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia ini diresmikan Presiden Joko Widodo, menyampaikan produk-produk buatan dalam negeri harus menjadi andalan bangsa, menumbuhkan kepercayaan diri bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang besar, bangsa yang bangga terhadap karya bangsa sendiri, bangga terhadap kreativitas dan inovasi.
Baca Juga: Tak Perlu Impor Beras, Begini Usulan DPR Jika ada Daerah Defisit Pangan

Menurut Kepala Negara, pandemi tidak menghalangi anak bangsa dalam berkreasi. Keterbatasan justru mendorong bangsa untuk tetap berinovasi, bertransformasi, menggali potensi diri, dan menciptakan peluang.

“Di bidang kesehatan, untuk mempercepat penanganan COVID-19, kita telah berhasil mengembangkan PCR test kid, rapid diagnostic test atau RDT, kemudian ventilator dan mobile BSL 2 dan kita harapkan pada akhir Mei ini semua inovasi tersebut sudah bisa diproduksi massal, sehingga kita tidak tergantung lagi kepada produk impor,” ujarnya.

sdnws.

LEAVE A REPLY