Kisah Kehidupan Raja Thailand: Nikah 4 Kali, 20 Selir, Harta Rp490 Triliun

0
336
Raja Maha Vajiralongkorn.
Raja Maha Vajiralongkorn.

BANGKOK, Nawacita – Banyak orang di dunia berdiam diri di rumah untuk menghindar dari bahaya terpapar virus corona baru, COVID-19. Namun tidak bagi Raja Thailand yang dilaporkan pergi ke Jerman, mengisolasi diri bersama 20 selir di hotel mewah.

Raja Maha Vajiralongkorn, 67,—dikenal juga sebagai Rama X—dilaporkan telah memindahkan seluruh selirnya ke Grand Hotel Sonnenbichl di Bavaria setelah ia diberi izin oleh pihak berwenang Bavaria.

Bavaria saat ini sedang di-lockdown seperti halnya seluruh wilayah Jerman. Hotel-hotel pun harus ditutup bersama dengan yang bisnis lainnya. Namun, “izin khusus” diberikan kepada Raja Rama X untuk menyewanya. Tidak diketahui apakah istri raja berada di antara sekelompok wanita kesukaan Raja Rama X yang dibawa ke hotel tersebut.

Raja Vajiralongkorn telah lama menjadi tokoh kontroversial di Thailand, di mana setiap orang dilarang mengkritik keluarga kerajaan atau bahkan hewan peliharaan mereka sekalipun. Meskipun ada ancaman 35 tahun penjara, sang raja tetap saja mendapat kritik di negara asalnya, meskipun kritik itu secara pribadi.
Baca Juga: Gaya Hidup Glamor Keluarga Kerajaan Inggris Bisa Habiskan Rp1,5 T

Sebagai raja tertua yang naik ke tahta Thailand, Raja Vajiralongkorn, telah menikah empat kali dan memiliki kehidupan pribadi yang penuh warna. Menurut laporan Daily Mirror, Rabu (1/4/2020), sang raja memiliki kekayaan senilai 24 miliar poundsterling atau lebih dari Rp490,4 triliun. Dia telah menjadi berita utama karena hal-hal yang tak wajar, mulai dari pernikahannya, kehidupan dengan kekasihnya, hingga bocornya video dari ratu yang nyaris telanjang karena hanya mengenakan G-string.

Pada bulan November 2009, sebuah video dari rumah sang raja dan istri ketiganya, Srirasmi Suwadee, bocor ke publik. Dalam video itu, sang ratu tidak mengenakan apa-apa selain G-string sementara para pelayan mengikuti perayaan ulang tahun anjing pudel peliharaannya.

Pada tahun yang sama, penulis Australia bernama Harry Nicolaides dihukum penjara selama tiga tahun setelah dia menerbitkan sebuah buku yang berisi kalimat; “Jika pangeran jatuh cinta dengan salah satu istri kecilnya dan dia mengkhianatinya, dia dan keluarganya akan menghilang dengan nama mereka, garis keturunan keluarga dan semua sisa keberadaan mereka dihapuskan selamanya.”

Nicolaides kemudian diampuni oleh raja dan dia mengatakan bahwa bukunya sepenuhnya fiksi dari depan hingga belakang. Dua tahun kemudian, salah satu pesawat milik Vajiralongkorn disita oleh pihak berwenang Jerman saat pembayaran utang sebesar 27 juta poundsterling. Utang dibayarkan kepada perusahaan Jerman yang kala itu sedang dalam bahaya di ambang kebangkrutan. Vajiralongkorn akhirnya setuju untuk membayar 18 juta poundsterling, yang kemudian pembayarannya ditanggung oleh pemerintah Thailand.

LEAVE A REPLY