Pemerintah Berkomitmen Perkuat Basis Industri Kendaraan Dalam Negeri

0
209

Jakarta, Nawacita – Pemerintah RI pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini, berkomitmen untuk terus memperkuat basis industri kendaraan bermotor dalam negeri, melalui penguatan struktur industri pada rantai nilai serta perbaikan infrastruktur industri.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Dia menyebut bahwa industri kendaraan komersial berpotensi memacu ekspor, sehingga pemerintah akan mendorongnya untuk semakin produktif dan inovatif agar mampu berdaya saing di kancah domestik maupun global.

“Apalagi kendaraan komersial ini sangat berperan penting, terutama dalam membantu perkembangan infrastruktur dan pembangunan di Tanah Air,” kata Agus.

Pada tahun 2020 ini, Kemenperin katanya juga akan semakin menggenjot kinerja industri kendaraan komersial. Apalagi, industri otomotif menjadi satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Produksi kendaraan jenis bus, truk dan pikap pada tahun 2019 sebesar 241 ribu unit. Sedangkan, untuk penjualan jenis kendaraan tersebut di pasar domestik sepanjang tahun lalu mencapai 232 ribu unit,” ujarnya.

Sementara itu, merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil pick-up pada 2019 tercatat 9.187 unit, atau meningkat 15 persen dibandingkan angka pengapalan di tahun sebelumnya yang hanya 7.957 unit.

Karena itu Agus meyakini industri otomotif memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi menekan defisit neraca perdagangan melalui peningkatan ekspor. Sepanjang tahun 2019, pengapalan kendaraan bermotor roda empat atau lebih menujukan tren positif.

Ini tercermin dari jumlah ekspor kendaraan Completely Build Up (CBU) yang tercatat 332 ribu unit atau naik 25,5 persen dari tahun sebelumnya. Selain itu, ekspor kendaraan Completely Knock Down (CKD) sebanyak 511 ribu set atau naik 523,5 persen dibanding tahun 2018.

“Sebagaimana instruksi dari Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa ekspor kendaraan CBU Indonesia bisa ditargetkan mencapai 1 juta unit pada tahun 2024,” tutur dia.

RSA

LEAVE A REPLY