DPR: Pemerintah Belum Perlu Bagikan Masker Gratis

0
247

Jakarta, Nawacita – Pemerintah dinilai belum perlu melakukan pembagian masker gratis untuk masyarakat, meski di beberapa daerah terjadi fenomena kelangkaan masker di toko-toko, hingga meroketnya harga masker di pasaran akibatnya kehebohan Virus Corona.

Demikian penilaian Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam menanggapi permintaan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal kepada pemerintah, untuk memberikan masker dan hand sanitizer secara gratis kepada seluruh masyarakat.

Dasco menuturkan, bahwa toko-toko sudah banyak yang mulai menyetok ulang masker, dan harganya pun dikontrol oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah meminta aparat kepolisian untuk menindak para penimbun masker.

“Kan sudah kelihatan di pasaran, sudah banyak. Dan sudah tepat itu instruksi presiden kepada Kapolri, ditindak secara tegas jangan menimbun masker. Termasuk masker palsu,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Lebih lanjut dia pun mengingatkan, bahwa pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah memberikan imbauan keperluan penggunaan masker hanya diwajibkan bagi masyarakat yang terdampak sakit. Seperti gejala batuk dan pilek untuk mengantisipasi orang di sekelilingnya.

“Pemerintah bilang masker diperuntukkan bagi yang sakit. Maka memang sebaiknya dipakai saja untuk yang sakit, gejala batuk pilek juga, buat menjaga atau mengantisipasi. Bukan kepada penderita saja tetapi orang-orang di sekelilingnya,” ujarnya.

Oleh karena itu politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini meminta kepada masyarakat untuk tidak terlalu khawatir, dan yang terpenting tetap menjaga kesehatan sesuai dengan imbauan dari pihak Kemenkes.

Sebelumnya Presiden KSPI, Said Iqbal meminta kepada pemerintah untuk memberikan masker dan hand sanitizer secara gratis kepada seluruh masyarakat. Selain itu, dia juga meminta pemerintah memantau pasokan bahan pokok untuk masyarakat karena Virus Corona.

“Kepada pemerintah untuk memberikan masker secara gratis, karena sudah mengganggu ekonomi, masker dan hand sanitizer susah dicari di minimarket dan apotek tiba-tiba hilang di pasaran,” kata Said saat konferensi pers di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Pembagian masker gratis itu, lanjut dia, khususnya ditujukan untuk kaum buruh yang sehari-harinya berinteraksi dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) di lingkungan perusahaan. Karena, keadaan saat ini menurutnya sedang tidak aman.

Said pun menyarankan agar ada anggaran khusus untuk masker dan hand sanitizer gratis, dengan menggunakan dana kontingensi, hal itu sesuai dengan tugas negara di dalam Undang-Undang Dasar 1945, yakni melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

“Negara kita bukan lagi negara miskin, dengan kekuatan ekonomi di tingkat dunia sekarang, maka gratiskan. Kami mohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk wajib membagikan kepada para buruh pabrik, supaya mereka menggunakan masker saat bekerja,” tutur dia.

RSA

LEAVE A REPLY