Dua Tersangka Masih Buron, MAKI Kecewa dengan KPK

0
237

Jakarta, Nawacita – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyatakan kekecewaannya kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang belum juga menangkap dua buronan tersangka kasus dugaan suap, yakni Nurhadi dan Harun Masiku.

Nurhadi merupakan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA), yang menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA. Sementara Masiku merupakan eks Caleg PDIP yang menjadi tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI.

“Pimpinan KPK sekarang ini lebih banyak retorika, lebih banyak pada posisi gimmick juga (daripada serius mencari buronan). Inilah yang kemudian terus terang saja, mengecewakan,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman di Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Dia lantas menjelaskan, bahwa salah satu posisi gimmick itu tersirat dari pernyataan Ketua KPK, Firli Bahuri, yang menyatakan akan terus mengejar Masiku sampai tertangkap. Tanpa adanya target atau batasan waktu, serta konsekuensinya.

“Kalau penegak hukum yang berintegritas pasti ngomong, ‘Saya akan tangkap dalam jangka waktu maksimal enam bulan. Kalau gagal, saya akan mundur’. Itu baru pemimpin. Ini mengatakan sampai tertangkap, kalau sampai kiamat enggak ketangkap, mau apa?” ujarnya.

Di sisi lain, Boyamin menilai apa yang dilakukan KPK justru semakin memperlihatkan ketidakseriusannya dalam memberantas korupsi. Dia mengatakan, ketidakseriusan lembaga antirasuah itu telah menyebabkan masyarakat merasa kesal karena terkesan bersandiwara.

“Masyarakat pun sudah jengkel, KPK yang ditampilkan ini jadi seperti sandiwara,” tutur dia.

RSA

LEAVE A REPLY