Komisi IV Desak Pemerintah Stabilkan Harga Bawang Putih

0
90

Jakarta, Nawacita – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi menyatakan desakannya kepada pihak pemerintah, untuk segera menstabilkan harga bawang putih, yang dikabarkan melonjak tinggi di sejumlah daerah di Tanah Air.

Dia pun menekankan kepada Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura, agar melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk aparat, untuk menelusuri kemungkinan stok bawang putih ditahan.

“Jujur-jujuran saja, bahwa bawang putih masih ada sekitar 130 ribu ton di gudang- gudang para importir tahun lalu. Tinggal satgas pangan sekarang operasi di seluruh daerah, kabupaten kota,” kata Dedi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Dia lantas berpendapat, kelangkaan komoditas bawang putih ini sengaja diciptakan dengan mempermainkan supply and demand. Para importir, menurutnya dengan sengaja menimbun bawang putih dengan tujuan agar harganya naik dipasaran.

“Ada permainan importir dibalik melonjaknya harga bawang putih dipasaran. Kenapa para pengusaha ingin membangun spekulasi harga, karena dia dapat untung gede,” ujar anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Dedi juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Bulog, agar segera melakukan operasi pasar. Para importir dan para pedagang besar harus dipaksa melepas stoknya sehingga ada penurunan yang menjangkau daya beli masyarakat.

Dia menilai, kebijakan penghentian impor bawang putih yang dilakukan pemerintah seharusnya berdampak jangka panjang. Dalam jangka pendek semestinya tidak terpengaruh, karena stok masih ada berdasar data resmi Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan.

“Penjarakan saja para pedagang yang sengaja menimbun stok komoditas dengan tujuan menaikkan harga. Karena aktivitas para spekulan model begini yang selama ini merusak tatanan bernegara kita,” tegas Dedi.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menuturkan bahwa merebaknya kelangkaan bawang putih di sejumlah daerah dan mengakibatkan harganya melambung tinggi, seharusnya tidak sampai terjadi.

“Sebab, stok nasional bawang putih masih mencukupi hingga dua atau tiga bulan ke depan. Kalau akhir-akhir ini harganya naik, itu karena adanya kepanikan masyarakat sebagai dampak merebaknya virus Corona,” kata Syahrul di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (12/2/2020).

RSA

LEAVE A REPLY