Banjir Di Surabaya, Menurut Anggota Komisi C Ini Penyebabnya

0
275
Rumah pompa Darmokali dipadati warga yang memancing

Surabaya, Nawacita– Pasca banjir Surabaya pada hari Sabtu malam (1/2) di beberapa titik, mendapat sorotan dari anggota DPRD Surabaya.

William Wirakusuma anggota komisi C DPRD Surabaya mengatakan banjir yang sempat menggenang masih diselidiki. Sebab ketika mengecek rumah pompa pada Senin (3/2) tidak ada masalah. Ia menduga adanya sumbatan pada saluran air tersier menjadi penyebabnya. Sehingga ketika hujan turun air tidak dapat mengalir ke hulu sungai.

“Tadi sudah kita cek ke 3 rumah pompa. Dinoyo, Darmokali dan Keputeran. Semuanya (pompa, red) dinyalakan saat banjir sesuai kemampuannya. Berarti dari rumah pompa tidak ada masalah,” ujarnya saat ditemui di rumah pompa Darmokali.

Dari hasil pantauan rumah pompa, laki-laki yang akrab disapa William terdapat 1 pompa yang rusak. Yaitu yang terletak di Keputeran. Namun menurutnya terbakarnya pompa bukan menjadi alasan utama air selepas hujan lama surut.

“Tadi ada satu pompa yang terbakar, tapi tidak terlalu ngefek sih. Soalnya itu pompa lama. Jadi engga seberapa berpengaruh,” lanjutnya.

Mantan peneliti Jerman ini juga menduga curah hujan yang tinggi menjadi kendala. Apalagi ditambah dengan beberapa saluran air yang belum saling terkoneksi.

“Masalah banjir di Surabaya karena saluran-saluran (tersier, red) belum terkoneksi dengan baik. Pompa sudah siap, tapi kalau saluran kecil tidak terkoneksi dengan baik ke saluran utama yg tersambung ke pompa ya surabaya bakal banjir,” terangnya.

Ketua fraksi PSI ini juga menyaran agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengosongkan boezem agar ketika terjadi hujan, air tidak menumpuk di tempat tersebut.

“Boezem-boezem mulai dikosongkan dulu dipompa ke laut. Supaya bisa menampung air lbh banyak. Atau dipompa ke sungai besar. Intinya saluran utama saat ini perlu dikosongkan dulu dipompa. Tidak perlu sampe kosong tapi setidaknya dikurangi volume airnya saat ini,” paparnya.

(and)

LEAVE A REPLY