Pemkot Surabaya Sosialisasikan Aplikasi MBR, SKM dan SKBK Online Melalui Alur Ketua RW

0
620

Surabaya, Nawacita – Era revolusi 4.0 mendorong Pmerintah Kota (Pemkot) menciptakan inovasi baru. Khususnya dibidang pelayanan berbasis elektronik. Salah satunya membuat aplikasi untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), SKM (Surat Keterangan Miskin) online dan SKBK (Surat Keterangan Bantuan Kesehatan) online.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, memasuki revolusi industri 4.0, Pemkot Surabaya ingin mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya mempercepat proses pelayanan melalui aplikasi berbasis online.

“Dalam kondisi 4.0 digital ini, kita ingin mempermudah sebenarnya. Karena sekarang sudah pakai Whatsapp, secara otomatis aplikasi ini akan kita download ke HP nya (Ketua RW) masing-masing. Dan nanti Pak RW itu akan melaporkan siapa yang akan terdaftar ke MBR,” ujarnya seusai acara sosialisasi aplikasi tersebut di Graha Sawunggaling Lantai 6.

Laki-laki yang akrab disapa Eri ini mengatakan ketika warga tidak terdaftar dalam MBR, maka Ketua RW setempat dapat mendaftarkan melalui aplikasi MBR. Ketua RW hanya tinggal memasukan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan alamat domisili warganya. Lalu secara otomatis, data yang dilaporkan itu kemudian masuk ke dalam aplikasi lurah.

“Intinya Ketua RW hanya memasukkan laporan NIK dan alamat saja (domisili), setelah itu kan secara otomatis masuk ke dalam lurah, kami punya waktu 48 jam untuk menyatakan ini masuk MBR atau tidak,” terangnya.

Eri menlanjutkan dengan adanya aplikasi tersebut maka permasalahan yang ada di masyarakat bisa terselesaikan dengan lebih cepat. Apalagi, Ketua RW dan RT merupakan tombak penggerak dari aplikasi tersebut. Selain itu dinilai paling dekat dengan warga di tiap-tiap kelurahan.

“RW bisa menyampaikan secara cepat ke pemerintah, salah satunya adalah melalui aplikasi (MBR), jadi tidak perlu datang ke kelurahan,” lanjutnya.

Ia mencontohkan, ketika ada warga meninggal atau melahirkan, maka Ketua RW tinggal melaporkan melalui aplikasi yang tersedia. Selanjutnya, data yang dilaporkan ke kelurahan, secara otomatis juga terkoneksi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

“Setelah itu kami proses di Dispendukcapil, langsung juga di kecamatan, kita juga akan ubah KSK nya, sehingga Pak RW nanti bisa mengambil langsung ke kelurahan,” paparnya.

Eri berharap dengan adanya aplikasi tersebut, maka akan memudahkan penduduk dalam mengakses layanan. Sehingga masyarakat Surabaya bisa dengan mudah mengurus maslaah kependudukan dan semacamnya dengan cepat, tepat, mudah dan efisien.

“Jadi masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh. Karena sudah terproses secara cepat, dan data satu ini bisa untuk (intervensi) semuanya,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY