KPU Sebut Pemilu 2019 Bikin Tak Nyaman

0
84

Jakarta, Nawacita – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebut pemilu 2019 membuat dirinya tidak nyaman lantaran banyaknya pemberitaan terkait petugas yang meninggal dalam melaksanakan tugas.

“Ini merupakan jumlah yang bangak didiskusikan publik. Jumlah petugas yang meninggal dan yang sakit. Ini yang membuat kami tidak nyaman,” kata Arief dalam acara refleksi penyelenggaraan pemilu serentak 2019 dan persiapan pemihan serentak 2020, di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020.

Diketahui, jumlah petugas pemilu yang meninggal berjumlah 894. Sementara untuk petugas yang jatuh sakit 5.175 orang.

Padahal, kata Arief, setiap pelaksanaan pemilu selalu ada petugas yang meninggal atau sakit. Namun reaksi masyarakat tidak seheboh pada pemilu 2019 lalu.

“Meski petugas yang meninggal setiap pemilu selalu ada tapi pembahasaannya tidak seperti pemilu 2019,” ujar dia.

Selain itu, Arief menyebut selama dia menjabat sebagai ketua KPU, lembaganya telah menerbitkan 18 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). PKPU itu termasuk menetapkan  20 partai politik, 16 parpol nasional dan 4 parpol lokal di Provinsi Aceh.

“Kpu telah menerbitkan 18 PKPU sesuai amanat undang-undang. Termasuk penetapan dua calon pemilihan presiden dan 20 parpol peserta pemilu,” ucapnya.

Arief menyebut kandidat perempuan dalan pemilihan legislatif memiliki jumlah terbanyak dari pemilu sebelumnya. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mencalonkan caleg perempuan paling banyak dibanding partai lain.

Partai yang dipimpin Grace Natalie itu, lanjut Arief mencalonkan 274 calon perempuan dan 300 calon laki-laki.

“Bisa anda lihat (di layar paparan) partai mana yang kandidasi perempuannya paling banyak,” ucapnya.

Turut hadir dalam acara ini, para anggota KPU Evi Novida Ginting, Hasyim Asari dan sejumlah undangan lembaga swadaya masyarakat.

yqn

LEAVE A REPLY