Dorong Gunakan Koin, Difi: Koin Cenderung Idle di Masyarakat

0
171

Surabaya, Nawacita – Seiring pesatnya perkembangan teknologi, uang kartal mulai terlupakan. Uang kartal yang dimaksud adalah uang logam atau koin yang kerap dianggap remeh masyarakat. Atas dasar itulah Bank Indonesia (BI) mengadakan tukar koin berhadiah pada Minggu (19/1).

Difi Ahmad Johansyah kepala perwakilan Bank Indonesia wilayah Jawa Timur itu mengungkapkan bahwa uang koin kerap terlupakan di masyarakat. Menurutnya perputaran uang sangat diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi. Sayangnya perputaran uang kertas dan elektronik tidak berbanding lurus dengan perputaran uang koin. Sehingga uang koin sering dianggap remeh.

“Uang kertas cenderung bergerak. Sedangkan koin cenderung idle di masyarakat,” ujarnya saat ditemui di gedung BI Jawa Timur.

Laki-laki yang akrab disapa Difi ini juga menerangkan dari 39 Miliyar uang koin yang beredar, hanya 164 juta saja yang kembali. Atas dasar itulah Ia menduga ada kemandegan perputaran uang koin. Sehingga ia mendorong masyarakat untuk menggunakan uang koin kembali.

“BI mendorong penggunaan uang koin yang merupakan alat pemayaran yang sah di Indonesia,” terangnya.

Lanjutnya hasil dari penukaran uang koin ini akan diedarkan kembali pada masyarakat. Dalam acara penukaran koin ini, laki-laki yang menjabat sejak 2017 itu mengaku sudah mempersiapkan 1,7 miliyar untuk penukaran. Namun sampai pukul 12.30 baru tertukar 400 juta.

“Kami sudah siapkan 1,7 M uang kertas untuk ditukarkan. Sampai sekarang (pukul 12:30) sudah terkumpul 400 juta,” lanjutnya.

Senada dengan Difi, Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur mendukung acara tersebut. Lantaran uang koin dianggap sering tercecer dan tidak diperhatikan. Ia juga menyampaikan bila uang koin tidak terpakai maka ekonomi akan terhenti khususnya Jawa Timur. Selain itu mantan Bupati Trenggalek itu juga berharap agar masyarakat Jawa Timur lebih menghargai uang logam.

“Kalau koin itu sering tercecer engga kita perhatikan. Lalu ekonomi (perputaran uang) mandeg. Harusnya bisa muter malah jadi stuck. Uang itu kalau diputar semakin tumbuh. Dengan acara ini diharapkan masyarakat bisa menghargai koin,” ujarnya.

(and)

LEAVE A REPLY