Mulai Iseng Sampai Ingin Dapat Motor, Serba-Serbi Acara Tukar Koin BI

0
207

Surabaya, Nawacita – Acara penukaran koin Minggu (19/1), berlangsung meriah. Lantaran adanya beragam lomba seperti mewarnai, memasak hingga kuis. Belum lagi hadirnya Sigit Purnomo Syamsuddin Said akrab disapa Pasha Ungu semakin menyemarakan acara. Selain itu, juga ada ratusan peserta yang antusias datang sekadar menukarkan koinnya.

Abdul Gafur Rinaldi salah satu pengunjung yang menukarkan koin, mengaku hanya iseng saja datang. Sebab daripada di indekos hanya rebahan, lebih baik ikut memeriahkan acara ini.

“Saya datang dari Madura itu jam 9, iseng aja datang ke sini. Soalnya engga ada kerjaan di indekos,” ujarnya.

Lanjutnya mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura ini mengaku menukarkan uang asramanya untuk mendapat kupon undian. Ia berharap bisa mendapatkan sepeda motor melalui kupon undian.

“Tadi menukar 165 ribu, dapat tiga kupon. Koin itu uang asrama. Saya ambil terus ditukar. Mana tahu dapat motor. Ya kalau bisa dapat kenapa engga, kalau bisa gratis kenapa engga,” tuturnya sambil tertawa kepada wartawan Nawacita.co.

Laki-laki yang tergabung dalam komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia itu, berharap agar masyarakat mau menukarkan uang koinnya. Sebab uang koin bila dianggurkan saja tidak dapat berputar. Akhirnya membuat ekonomi tidak maksimal.

“Alasannya sih bisa berputar uangnya. Kalau uang receh kan cuma dikumpulin. Ini kesempatan untuk menukarkan uang kertas. Uang kertasnya kan baru lumayan,” ungkapnya.

Di sisi lain Nina achiria guru kelas 4 Sdn kupang dukuh kupang 3, memiliki cara lain untuk mengumpulkan koin. Pada hari Kamis (16/1), Ia meminta murid-muridnya untuk mengumpulkan uang koin secara kolektif. Selanjutnya uang itu dikumpulkan sampai hari Sabtu kemarin. Lalu uang koin itu dihitung pada malam harinya.

“Setiap murid kelas 1 sampai 6 disuruh membawa koin untuk dikumpulkan lalu ditukar hari ini,” ujarnya.

Wanita yang akarab disapa Nina ini, mengaku begadang semalaman untuk menghitung uang yang terkumpul pada Sabtu malam tadi. Hasil perhitungannya mendapat 3.371.000. Ia mengatakan tujuan mengumpulkan uang pada siswanya untuk edukasi. Agar para siswa belajar menghargai uang. Selain itu juga untuk mengikuti lomba pengumpul koin terbanyak secara kolektif.

“Tujuannya untuk edukasi pembelajaran anak-anak aja sih. Uang yang terkumpul itu 3.371.000,” katanya.

Menurut pantauan reporter Nawacita, penukar uang koin terbanyak secara kolektif adalah SD Dokter soetomo. Berhasil mengumpulkan dan menukarkan uang koin sebanyak 16.800.000.

(and)

LEAVE A REPLY