Rokok dan Beras Jadi Penyumbang Kemiskinan Terbesar

0
186
Rokok dan Beras Jadi Penyumbang Kemiskinan Terbesar.
Rokok dan Beras Jadi Penyumbang Kemiskinan Terbesar.

JAKARTA, Nawacita – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beras dan rokok kretek filter menjadi komoditas yang paling berkontribusi besar terhadap garis kemiskinan. Pada September 2019 garis kemiskinan tercatat sebesar Rp440.538 per kapita per bulan.

Sumbangan beras pada garis kemiskinan sebesar 20,35% di perkotaan dan 25,82% di perdesaan. Sedangkan rokok kretek filter menyumbang dan 11,17% di perkotaan dan 10,37% di perdesaan. “Sehingga rokok kretek filter menjadi (kontributor) terbesar kedua terhadap garis kemiskinan,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Selain kedua komoditas itu, terdapat komoditas makanan lainnya yang turut menyumbang garis kemiskinan. Pada posisi ketiga ada telur ayam ras yang menyumbang 4,44% di perkotaan dan 3,47% di perdesaan, lalu daging ayam ras 4,07% di perkotaan dan 2,48% di perdesaan.

Baca Juga: Harga Rokok Naik di 50 Kota, Sibolga Tertinggi

Kemudian terdapat mie instan dengan kontribusi sebesar 2,32% di perkotaan dan 2,16% di perdesaan, gula pasir 1,99% di perkotaan dan 2,78% di perdesaan, kopi bubuk dan instan 1,87% di perkotaan dan 1,88% di perdesaan. Lalu ada kue basah yang menyumbang 1,94% di perkotaan dan 1,91% di perdesaan, tempe menyumbang 1,68% di perkotaan dan 1,50% di perdesaan, serta tahu menyumbang 1,60% di perkotaan dan 1,46% di perdesaan.

Baca Juga: #TangkapEnggar Trending di Medsos Terkait Beras Busuk di Bulog

Sedangkan pada komponen komoditi bukan makanan, penyumbang garis kemiskinan terbesar adalah perumahan yakni 7,81% di perkotaan dan 7,14% di perdesaan. Lalu bensin menyumbang 4,61% di perkotaan dan 3,74% di perdesaan.

Kemudian listrik dengan sumbangan 3,74% di perkotaan dan 2,02% di perdesaan, pendidikan 1,89% di perkotaan dan 1,20% di perdesaan, serta perlengkapan mandi 1,09% di perkotaan dan 1,02% di perdesaan. Adapun garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

BPS mencatat kontribusi komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas non makanan. Pada September 2019 komoditas makanan menyumbang sebesar 73,75% pada garis kemiskinan, sedangkan 26,25% berasal dari non makanan. “Jadi memang ke depan harus ekstra hati-hati pada komoditas yang berkaitan penduduk miskin untuk bisa stabil harganya, jadi tidak berfluktuasi,” kata Suhariyanto.

oknws.

LEAVE A REPLY