Menlu Pantau Keamanan Timteng Jelang Kunjungan Jokowi ke UEA

0
250
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Jakarta, Nawacita — Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memantau kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah jelang kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Uni Emirat Arab (UEA), pada 11-14 Januari mendatang. Retno menyebut keamanan Jokowi merupakan hal yang utama.

Kawasan Timur Tengah memanas usai Amerika Serikat membunuh jenderal Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

“Kami akan amati terus. Tentunya keamanan keselamatan bapak presiden nomor satu. Tetapi kami akan amati semuanya, dampaknya kami hitung, semuanya dengan sangat matang,” kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/1).

Retno menyatakan kunjungan Jokowi ke UEA ini terkait dengan rencana investasi. Pemerintah Indonesia bersama pemerintah UEA terus berkomunikasi untuk membahas kerja sama, baik antarpemerintah maupun sektor bisnis.

“Rencananya akan ada beberapa MoU yang akan ditandatangani, dari pihak bisnis yang paling banyak. Mereka sedang mempersiapkan kerja sama-kerja sama untuk dimatangkan sehingga bisa diselesaikan pada saat kunjungan Presiden ke UAE,” ujarnya.

Retno mengatakan selama di UEA, Jokowi dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan putra mahkota Putra Mahkota Mohammed bin Zayed dan juga menjadi pembicara kunci dalam Abu Dhabi Sustainable Week.

“Ini bicara mengenai masalah energi, mengenai sustainable development, sustainable energy dan lain-lain,” tuturnya.

Sebelumnya, Retno mengatakan lawatan kerja luar negeri pertama kepala negara tersebut dilakukan untuk ‘menjemput’ investasi senilai US$4 miliar atau Rp56 triliun dari Uni Emirat Arab (kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Dalam kunjungan tersebut, empat Memorandum of Understanding (MoU) investasi akan ditandatangani.

Pertama, kerja sama proyek Kilang Balikpapan antara perusahaan minyak dan gas Mubadalah dengan PT Pertamina (Persero). Kedua, proyek Kilang Balongan. Proyek kedua Pertamina ini akan dikerjakan bersama dengan perusahaan asal UEA, Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc).

Ketiga, kontrak kerja antara Enterprise Global Alumunium (EGA) dengan Indonesia Asahan Indonesia (Inalum). Keempat, proyek kerja antara PT PLN (Persero) dan Masdar dalam pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung di Waduk Cirata.

cnn

LEAVE A REPLY