Sains Dalam Al Quran: Kisah Kerajaan Semut Membangun Perkotaan

0
804
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SURABAYA, Nawacita TAK ada satupun yang luput dari kekuasaan Allah, pun demikian dengan semut-semut yang berada di lobang kecil. Semut diciptakan Allah sebagai hewan berkehidupan sosial layaknya manusia. Allah berfirman, “… berkatalah seekor semut, ‘Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (An-Naml:18).

Semut adalah sejenis serangga yang hidup dalam komunitas yang maju. Mereka ada dimana-mana. Jenis semut lebih dari 6.000 macam. Sebagian hidup secara menetap di rumah-rumah yang permanen, sebagian lagi hidup secara berpindah-pindah, persis seperti orang Badui. Sebagian di antara mereka mencari makan dengan tekun dan serius, sebagian yang lain mencari makan dengan cara berkelahi dan merampas.

Pada dasarnya, semut adalah serangga yang hidup bermasyarakat. Jika ia terpisah dari kelompoknya, ia akan mati meskipun diberi makanan yang enak dan tempat yang nyaman. Sama seperti manusia, jika manusia diasingkan di suatu tempat yang jauh dari cahaya, suara jam, waktu, malam dan siang selama 20 hari, ia akan kehilangan keseimbangannya.

Baca Juga: Sains Dalam Al Quran, Air Hujan dari Laut Terasa Tawar

Semut mengajarkan kepada manusia suatu pelajaran berharga tentang tolong-menolong. Jika ada semut yang kenyang bertemu dengan semut yang lapar, semut yang kenyang akan memberikan sari-sari makanan dari tubuhnya kepada yang lapar. Dalam hal ini, semut didukung dengan sistem pencernaan yang mempunyai perangkat yang bisa memberikan makanan kepada semut yang lain.

Rasulullah bersabda, “Tidak boleh seorang mukmin menyimpan sesuatu yang mengenyangkan, sementara tetangga di sampingnya kelaparan.” (HR.Ath-Thabrani dan Al-Hakim dari Ibnu Abbas).

Dalam kerajaan (baca: komunitas) semut terdapat seekor ratu yang memiliki tubuh besar. Tugasnya bertelur dan memberikan pengarahan-pengarahan. Ia mendapatkan fasilitas yang sangat nyaman di perumahan semut dan senantiasa berinteraksi dengan segenap anggota kerajaan semut.

Semut-semut betina adalah semut pekerja. Tugas mereka bermacam-macam, seperti mendidik bayi-bayi semut, membersihkan perumahan dan jalanan, hingga menyingkirkan mayat yang ada di perumahan dan jalanan, hingga menyingkirkan mayat yang ada di perumahan dan menguburkannya.

Baca Juga: Sains Dalam Al Quran, Meteor Mengejar Setan yang Menguping

Ada pula bertugas mendatangkan makanan dari luar kerajaan, menanam tumbuh-tumbuhan, dan merawat serangga-serangga yang akan dijadikan sumber makanan. Selain semut pekerja, di kerajaan semut juga terdapat semacam tentara. Tubuh semut tentara ini lebih besar dan kepala mereka keras seperti memakai helm baja. Mereka bertugas menjaga kelangsungan kerajaan, menjaga keamanan, dan menghalau musuh.

Semut bisa membangun perkotaan, membuat jalan raya, menggali terowongan, dan menyimpan persediaan makanan di rumah-rumah mereka. Sebagian semut bahkan mampu membuat kebun dan membudidayakan tanaman. Sebagian lagi ada yang gemar berperang melawan semut dari kelompok lain lalu menawan pihak yang kalah.

Coba perhatikan dengan saksama firman Allah berikut: “Dan, tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.” (Al-An’am: 38). Demikian dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Al quran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, dr. Nadiah Thayyarah, Halaman 591-597.

oknws.

LEAVE A REPLY