Sains Dalam Al Quran, Air Hujan dari Laut Terasa Tawar

0
521
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SURABAYA, NawacitaADALAH fakta bahwa sumber air hujan terbanyak dari air laut yang menguap. Namun ketika sudah berbentuk hujan, rasanya jadi tawar. Tentu fakta air hujan dari laut terasa tawar merupakan karunia Allah SWT. Sebab jika Ia menghendaki, air hujan itu bisa juga tetap asin. Allah berfirman, “Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah kami yang menurunkan? Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin atau pahit. Lalu mengapa kamu tidak mau bersyukur?” (Al-Waqi’ah: 68-70)

Kata ujajan dalam ayat tersebut berarti asin atau pahit yang tidak bisa diminum. Air hujan secara alamiah terasa tawar dan merupakan air yang paling bersih. Seandainya Allah menghendaki untuk menjadikan air hujan terasa asin atau pahit, tentu Dia sudah melakukannya. Jika bukan karena rahmat dan anugerah Allah, tentu air hujan akan berubah menjadi asin sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh manusia, hewan, dan binatang.

Baca Juga: Terbukti Bermanfaat, 9 Kebiasaan Nabi Muhammad SAW

Air tawar bergerak dalam ruang lingkup atmosfer. Jika ada zat-zat yang mencemarinya, baik yang berupa karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen, maupun zat-zat pencemar yang lain, maka ketika air itu turun dalam bentuk hujan, ia akan mengalir sekali lagi dalam bentuk hujan asam.

Sebab, sebagian besar oksida itu ketika mengalir di dalam air akan berubah menjadi zat asam yang berdampak terhadap makhluk hidup. Faktanya, ada banyak pengaruh negatifnya terhadap manusia.

Baca Juga: Arab Saudi Hijaukan Padang Pasir, Pertanda Apakah?

Oleh karena itu, Allah menganugerahkan kepada kita suatu proses yang alamiah. Anugerah tersebut adalah uap air yang bersumber dari air lautan, samudra dan daratan, serta melalui proses fotosintesis dan pernapasan tumbuhan. Uap air itu kemudian naik dan menebal, lalu turunlah air yang bersih tersebut.

Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan di sini, bahwa zat asam ini terbentuk dalam ukuran yang kecil ketika terjadi petir. Rahmat Allah menakdirkan zat asam ini terbentuk dalam jumlah kecil dan tidak banyak serta tidak mengganggu kesehatan manusia.

Sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia bisa memperbanyak jumlahnya sehingga merusak kehidupan manusia. Tidakkah semua itu termasuk kemukjizatan Alquran? Demikian dikutip dari Buku Pintar Al Quran dalam Sains, Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, Dr Nadiah Thayyarah, Halaman 527-528.

oknws.

LEAVE A REPLY