Raih 134 Suara, Totok Lusida Terpilih Ketua DPP REI 2019-2022

0
736

Jakarta, nawacita – Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat Joko Suranto harus mengakui Pengembang asal Jawa Timur Paulus Totok Lusida. Totok terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) periode 2019-2022 menggantikan Solaeman Soemawinata. Pada kepengurusan sebelumnya, Totok menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP REI.

Berdasarkan hasil pemilihan secara voting yang diikuti seluruh anggota REI se Indonesia yang hadir di arena Munas, Totok Lusida meraih 134 suara
Sedangkan Joko Suranto 72 suara dan 2 suara tidak sah. Total suara yang diperebutkan adalah 208 suara.

“Pemilihan Ketua DPP REI sudah final, Totok Lusida mendapat suara terbanyak berhak menjadi ketua umum periode 2019-2022,” kata Sabron Djamil Pasaribu, Pimpinan Sidang Munas REI, Kamis malam (28/11/2019).

Totok Lusida menjanjikan akan secepatnya menyusun kepengurusan baru DPP REI sehingga program-program baru bisa segera dijalankan.

“Yang mendesak, tentunya adalah menyediakan program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), karena dana yang tersedia untuk 2020 tersisa sekitar Rp 9 triliun. Itu kan hanya cukup untuk membiayai sekitar 90 ribu unit rumah MBR,” ucap Toto seusai acara pemilihan Ketua Umum DPP REI di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Kamis (29/11).

Ia mengakui backlog perumahan tetap menjadi fokus REI yang terus diupayakan untuk bisa ditekan. Menurutnya, untuk menekan backlog, dirinya mengusulkan pemangkasan regulasi yang menghambat. “Intinya, peraturan yang tidak kita akan diskusi mana-mana regulasi yang menghambat sehingga bisa diperbaki sehingga program penyediaan rumah bisa semakin mudah diwujudkan,” ucap Totok.

Pemilik perusahaan pengembang PT Mitra Gemilang Makmur ini juga akan mengusulkan optimalisasi pemberian bunga subsidi bagi pembeli rumah lewat KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Menurutnya, selama ini rumah KPR, subsidinya diberikan dalam jangka waktu 20 tahun. “Padahal, 85 persen pembeli rumah subsidi mampu melunasi pinjaman dalam jangka 10 tahun,” katanya.

Terkait itu, Totok akan mengusulkan pemberikan subsidi KPR untuk pembelian rumah bisa diperpendek menjadi tujuh tahun. “Dengan begitu, akan semakin banyak rumah yang bisa dibiayai lewat dengan subsidi bunga KPR sehingga bisa semakin mengurangi backlog perumahan,” pungkasnya. jap

LEAVE A REPLY