Silaturahmi atau Silaturahim, Mana yang Benar?

0
2716
Silaturahmi atau Silaturahim.
Silaturahmi atau Silaturahim.

JAKARTA, NawacitaDALAM kehidupan sehari-hari sering ditemukan ucapan silaturahmi. Untuk maksud yang sama, sebagian orang menyebutkan sebagai silaturahim. Lalu muncul pertanyaan, pengucapan mana yang benar di antara silaturahmi dan silaturahim? Ulama NU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskannya dalam video ketika dia tengah memberikan kajian kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan.

Gus Baha menjelaskan pengucapan silaturahmi dalam bahasa Arab dan Jawa itu berbeda, namun maknanya sama. “Kalau bahasa Arab itu bisa berbeda dengan bahasa Jawa. Tapi kalau tasrifan tetap sama. Silaturahim itu dari isim fail (artinya) menyambung kepada orang yang kamu sambungkan. Pokoknya bahasa itu benar semua,” ujar Gus Baha.

Menurutnya, itu adalah suatu hal yang ringan karena silaturahmi dan silaturahim secara bahasa sama. Kata dia, yang terpenting makna sebenarnya, yaitu menyambung unsur pada rahim.

Baca Juga: Terbukti Bermanfaat, 9 Kebiasaan Nabi Muhammad SAW

Rasulullah SAW membagi silaturahmi kepada tiga bagian yang berhak. Yaitu hak saudara, hak tetangga, hak orang yang seagama atau seiman.

“Makannya, kata Nabi silaturahmi itu ada tiga. Ada orang yang punya tiga hak, yaitu dia keluarga kamu, dia tetanggamu, dia seagama denganmu,” kata Gus Baha.

Baca Juga: Nabi Muhammad SAW, Guru Paling Baik di Muka Bumi

Dilansir dari laman NU Online, Silaturahmi secara syariat merupakan amalan utama karena dapat menyambungkan semua yang telah terputus. Kemudian terdapat juga keutamaannya, yaitu memperpanjang umur dan memperluas rezeki.

Rasulullah SAW bersabda:

Laysa al-muwashil bil mukafi’ wa lakin al-muwwashil ‘an tashil man qatha’ak.

Artinya:

“Bukanlah bersilaturrahim orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturrahim adalah yang menyambung apa yang putus.” (HR Bukhari).

Hadist diatas menjelaskan, bahwa silaturahmi/silaturahim dapat menyambung apa-apa yang telah terputus. Khususnya dalam hubungan antar manusia (hablum minannas), karena manusia tidak akan terlepas dari dosa dan kesalahan lainnya.

oknws.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY