Ubaya Ajak Mahasiswa Asing Belajar Seni dan Aksara Jawa

0
494
Ubaya Ajak Mahasiswa Asing Belajar Seni dan Aksara Jawa.
Ubaya Ajak Mahasiswa Asing Belajar Seni dan Aksara Jawa.

SURABAYA, Nawacita – Universitas Surabaya (Ubaya) mengajak 26 mahasiswa asing dari 10 negara, untuk melakukan Javanese Calligraphy, yang tujuannya mengenalkan seni dan aksara Jawa.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Ubaya Summer Program 2019 dengan tema “Product Design and Development: Indonesian Traditional Patterns”.

Ubaya Summer Program 2019 merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Mereka tiba di Surabaya pada tanggal 26 Agustus 2019, dan berada di Surabaya sampai 3 September 2019.

Direktur Kerjasama Kelembagaan Luar Negeri, Adi Prasetyo Tedjakusuma, mengatakan selama satu minggu, mahasiswa asing tersebut diajak untuk mengenal dan belajar tentang kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Salah satunya dengan memperkenalkan tulisan aksara Jawa.

Baca Juga: Wow!! Siswa SMK Indonesia Boyong 15 Medali pada World Skill Competition

“Summer Program dikemas lebih menyenangkan agar dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa asing. Karena itu, aktivitas pembelajaran dilakukan di dalam dan di luar kelas. Kegiatan ini tujuan utamanya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia,” ujarnya.

Dalam rangkaian Ubaya Summer Program 2019 ini, kata Adi, terdapat sesi Surabaya City Tour yang mengajak mahasiswa asing untuk melihat keindahan Kota Surabaya, serta belajar budaya Indonesia, secara langsung dengan mengunjungi Museum Gubug Wayang, House of Sampoerna, jembatan Suramadu, dan Mirota.

Mahasiswa asing tidak hanya mendapat bekal terkait kesenian dan budaya Indonesia, berupa tulisan aksara Jawa, namun mereka juga mengenal dan mengetahui kesenian yang lain seperti wayang, batik, tarian tradisional, rumah-rumah tradisional, hingga membuat terracotta.

“Kami berharap setelah kegiatan ini, mahasiswa akan mempunyai pengalaman yang baik terhadap budaya yang ada di Indonesia. Kemudian mereka aware, sebagai contoh yaitu karakter tulisan aksara jawa yang unik sehingga akan menjadi tanda dan mengingatkan mereka akan kesenian dan kebudayaan Indonesia. Apa yang mereka buat selama di Ubaya nantinya dibawa pulang ke negara asal masing-masing sebagai kenang-kenangan,” paparnya.

Pengajar aksara Jawa sekaligus Dosen Program Studi Desain Fashion dan Lifestyle Fakultas Industri Kreatif (FIK) Ubaya, Christabel Annora Paramita Parung, menuturkan, aksara Jawa merupakan salah satu aksara tradisional Nusantara yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan kepada dunia.

“Indonesia itu kaya akan seni dan budayanya. Kami ingin memperkenalkan kesenian dan budaya asli Indonesia berupa tulisan yaitu aksara Jawa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa asing diajak untuk mengenal bagaimana tulisannya sekaligus mempraktikkan secara langsung dengan menulis nama mereka menggunakan aksara Jawa,” ucapnya.

Baca Juga: Tiga Mahasiswa UI Meneliti Obat Antikanker Serviks

Tulisan aksara Jawa merupakan ciptaan Aji Saka seorang kesatria Jawa Tengah untuk mengenang kesetiaan kedua abdinya yaitu Dora dan Sembada. Pada setiap baris aksara Jawa memiliki bunyi yang mengandung arti. Pada baris pertama, berbunyi ha-na-ca-ra-ka yang berarti ana utusan (ada utusan).

Baris berikutnya, berbunyi da-ta-sa-wa-la yang berarti padha kekerengan (sama-sama menjaga pendapat). Selanjutnya, berbunyi pa-dha-ja-ya-nya yang berarti padha digdayané (sama-sama sakti). Baris terakhir, berbunyi ma-ga-ba-tha-nga yang berarti padha dadi bathangé (sama-sama menjadi mayat).

Pada sesi Javanese Calligraphy, mahasiswa asing akan diajarkan menulis 20 huruf aksara Jawa atau biasa disebut Hanacaraka atau aksara Carakan beserta pasangannya (sandhangan).

Selanjutnya, peserta Ubaya Summer Program 2019 mencoba membuat nama panggilan mereka dalam huruf aksara Jawa menggunakan pensil. Setelah itu, mahasiswa asing bebas berkreasi menghias dan melukis tulisan pada media kayu berbentuk gantungan kunci menggunakan cat akrilik.

sdnws.

LEAVE A REPLY