Soal Sistem Pertahanan Negara Ibu Kota Baru Sangat Strategis

0
456
Soal Sistem Pertahanan Negara Ibu Kota Baru Sangat Strategis.
Soal Sistem Pertahanan Negara Ibu Kota Baru Sangat Strategis.

JAKARTA, Nawacita – Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menyambut baik keputusan pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, tepatnya ke kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Namun, wanita yang akrab disapa Nuning ini menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan kesiapan masyarakat dalam menerima pendatang juga merupakan hal yang perlu diperhatikan.

“Kekuatan pertahanan kita tak lepas dari kondisi geografi, etnografi dan lain-lain. Kaltim akan lebih memudahkan pelaksanaan gelar bagi sistem pertahanan kita ketimbang Kalbar atau Kalsel. Infrastruktur lain seperti jaringan IT dan lain-lain juga sudah siap.

Secara budaya masyarakat Kalimantan Timur lebih terbuka terhadap hadirnya orang baru dan akulturasi budaya,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin (26/8/2019).

Baca Juga: RI Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan Dengan Rusia

Menurut Nuning, terbukanya masyarakat dalam menyambut pendatang baru memudahkan sistem pertahanan negara. Letak Ibu Kota yang baru juga berada di tengah pulau, juga memudahkan jangkauan operasi bagi matra laut udara maupun darat.

“Dari perspektif ilmu pertahanan, maka salah satu pertimbangan penetapan ibu kota adalah pengendalian keamanan nasional, termasuk di dalamnya adalah pengendalian pertahanan negara. Ibu kota suatu negara akan menjadi Markas Komando Militer yang mampu bereaksi menghadang kekuatan musuh saat bergerak memasuki wilayah terluar,” jelasnya.

“Posisi Kaltim relatif lebih mendekati center of gravity dari segi geografis Indonesia melalui perhitungan silang garis hubung Sabang-Merauke dan garis hubung Pulau Miangas-Pulau Rote sehingga relatif semua media komunikasi mulai radio low frequency hingga ultra high frequency dapat mengendalikan Alutsista di darat, laut dan udara,” ungkapnya lagi.

Selain itu jelas, Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) bidang Pertahanan Keamanan ini juga menjelaskan, kontur alam Kaltim juga tidak dikelilingi gunung tinggi sehingga tidak mengganggu pancaran frekuensi berkekuatan tinggi.

Baca Juga: Indonesia Urutan ke-16 Dalam Peringkat Militer Terkuat di Dunia

Lebih lanjut, posisi Kaltim di pinggir pantai juga memudahkan membangun pangkalan militer modern yang terintegrasi untuk semua kekuatan baik darat, laut dan udara. Model pangkalan militer seperti ini diyakini lebih efektif dan efisien menghadapi peperangan modern di masa depan.

Doktrin Sishankamrata, jelas Nuning, juga lebih tepat diterapkan dengan Kaltim sebagai pusat rekrutmen komponen cadangan dan komponen pendukung untuk komponen utama. Pola penggelaran dan pengerahan kekuatan juga lebih fleksibel dalam implementasi Strategi Pertahanan Laut Nusantara dan Strategi Pertahanan Maritim Indonesia.

“Bentuk geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sangat tepat untuk menerapkan taktik archipelagic warfare sesuai lapisan pertahanan. Benteng pertahanan terakhir adalah Balikpapan sebagai kantong utama gerilya laut,” pungkasnya.

oknws.

LEAVE A REPLY