Prestasi Indonesia Olimpiade Matematika di Afrika

0
374

DURBAN Nawacita — Tim Olimpiade Matematika Indonesia Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang South Africa International Mathematics Competition (SAIMC). Ajang ini dihelat pada 1 sampai 6 Agustus 2019 di Durban, Afrika Selatan.

Pada ajang SAIMC 2019 ini, Tim KPM Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 3 medali perak, 2 medali perunggu, 2 merit untuk lomba individu, dan 1 Trophy 2nd Runner Up untuk lomba grup serta 2 Trophy 2nd Runner Up untuk lomba tim.

Baca Juga : Panjat Tebing Menargetkan 10 Atlet Tampil di Olimpiade 2020

SAIMC merupakan rangkaian kompetisi International Mathematics Competition (IMC) yang dilaksanakan rutin setiap tahun. Pada tahun 2019 ini diselenggarakan di Durban, Afrika Selatan. Kompetisi ini merupakan kompetisi matematika tahunan yang bergengsi di tingkat internasional.

Tingkat kesulitan soalnya yang tinggi dan menuntut kemampuan penalaran dalam pemecahan soalnya. Kompetisi IMC bukan hanya sekadar kompetisi matematika, tetapi juga merupakan ajang persahabatan, pertukaran ilmu, dan juga kebudayaan. Hal ini tergambar pada kegiatan puzzle challenge, wisata kebudayaan, dan juga penampilan budaya dari masing-masing negara pada acara IMC.

Baca Juga : Pasca Asian Games, Rifki Dipersiapkan untuk Olimpiade 2020

Tim KPM Indonesia pada SAIMC 2019 ini mengirimkan 1 tim untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan 1 tim untuk tingkat sekolah dasar (SD) yang terdiri dari 1 Team Leader, 1 Deputy Leader, dan 8 peserta. Semua peserta dibina oleh KPM dibawah asuhan pelatih Olimpiade Matematika Nasional dan Internasional, Ridwan Hasan Saputra (RHS).

SAIMC 2019 diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari 28 negara, yaitu Australia, Bulgaria, Kanada, Tiongkok, Siprus, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Meksiko, Nepal, Filipina, Rumania, Afrika Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Tunisia, Amerika Serikat, Uzbekistan, Vietnam, dan Zimbabwe.

Pada kompetisi SAIMC ini, tiap peserta ditantang mengikuti 2 kategori lomba, yaitu lomba individu dan lomba tim. Pada lomba individu untuk tingkat SMP, peserta mengerjakan 12 soal isian singkat dan 3 soal uraian dalam waktu 120 menit. Untuk lomba individu tingkat SD, peserta mengerjakan 15 soal isian singkat selama 90 menit.

Sedangkan pada lomba tim, baik siswa tingkat SD dan SMP dalam 1 tim (4 orang) mengerjakan 10 soal. Delapan soal pertama dikerjakan selama 35 menit secara individu setelah mendiskusikan terlebih dulu soal mana yang dikerjakan tiap siswa dan 2 soal terakhir dikerjakan bersama-sama dalam waktu 25 menit.

Pada kompetisi ini juga terdapat penghargaan grup, yaitu penghargaan yang diberikan pada tim yang memperoleh nilai terbaik dari akumulasi 3 nilai tertinggi dari lomba individu pada tim tersebut.

Ridwan Hasan Saputra (RHS) selaku Team Leader  mengaku bersyukur dengan capaian dan hasil dari tim Indonesia (KPM) di ajang SAIMC 2019. Dia pun menyampaikan nasihat kepada tim Indonesia.

“Kalian semua adalah pemenang yang sudah berhasil membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Jadi, tetaplah untuk senantiasa bersyukur dengan apa yang telah diraih. Jadikan pula kegiatan ini sebagai momentum penyemangat agar terus meraih prestasi yang lebih baik”, kata RHS.

rp

LEAVE A REPLY