Jokowi: Kejadian Pemadaman Listrik Merugikan Semua Pihak

0
272
Jokowi: Kejadian Pemadaman Listrik Merugikan Semua Pihak.
Jokowi: Kejadian Pemadaman Listrik Merugikan Semua Pihak.

JAKARTA, Nawacita – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di kantor PT PLN (Persero) untuk menanyai perihal pemadaman listrik serentak di wilayah Jabodetabek hingga wilayah Jawa lainnya yang terjadi pada Minggu 4 Agustus 2019 siang hingga malam hari.

Jokowi ditemani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Jokowi disambut Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani.

“Pagi hari ini saya datang ke PLN. Pertama saya ingin mendengar langsung peristiwa pemadaman total Minggu kemarin,” kata Jokowi, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Baca Juga: Presiden Jokowi Segera Tanda Tangani Regulasi Kendaraan Listrik

Jokowi mengatakan, kejadian pemadaman listrik ini sangat merugikan semua pihak. Jokowi meminta agar pemadaman listrik tidak terjadi lagi.

“Betul-betul merugikan kita semua. Ini kejadian besar, jangan sampai terulang lagi. Itu saja permintaan saya,” tegas Jokowi.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab padamnya listrik yang terjadi pada pukul 11.48 WIB lalu. Penyebab utamanya adalah karena adanya gangguan pada transmisi Ungaran – Pemalang sebesar 500 kV.

Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN I Made Suprateka mengatakan, gangguan sistem yang terjadi membuat transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan. Ini juga kemudian diikuti oleh trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

PLN juga memastikan mati listrik yang terjadi secara serentak pada hari ini bukan sabotase. Apalagi sampai berbau politis.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Plt Dirut PLN Soal Mati Lampu

Asal tahu saja isu politis ini muncul dikarenakan Sripeni baru diangkat menjadi Plt Dirut PLN baru pada jumat lalu.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengatakan, kejadian ini tidak ada kaitannya dengan unsur politik. Ini murni karena gangguan teknis yang terjadi karena ada tegangan yang turun di Transmisi SUTET Ungaran-Pemalang 500 kilo volt (KV).

“Ini murni teknis. Berkaitan dengan hal-hal teknis. Tidak lihat satu hal pun yang sifatnya politis,” ujarnya dalam acara konferensi pers di P2B Gandul, Depok, Jawa Barat, Minggu kemarin.

oknws.

LEAVE A REPLY