Semua Wilayah Indonesia Berpotensi Bencana Gempa dan Tsunami

0
607

JAKARTA, Nawacita – Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko mengungkapkan berbagai daerah di Indonesia yang berpotensi terjadi bencana gempa dan tsunami.

Dia mengatakan, letak geografis Indonesia yang dikelilingi oleh cincin api mengakibatkan hampir semua wilayah berpotensi terjadinya bencana alam.

“Itu artinya seluruh Indonesia mulai dari Sumatera, (laut) Andaman Aceh sampai ke bawah terus Padang, (pulau) Enggano, sampai Selat Sunda,” kata Widjo.

Widjo menerangkan, potensi gempa dan tsunami juga bisa terjadi dari Selat Sunda hingga menuju ke arah timur Indonesia yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga ke Laut Banda, Maluku.

Baca Juga: Bebas Bencana, Kalimantan Cocok Jadi Ibukota Baru

Kemudian, sambung dia, potensi gempa dan tsunami juga diprediksi dari Selat Maluku sampai dengan Papua. Dari Sulawesi Utara terus menuju Bali hingga kembali lagi ke NTT.

“Dan ada segmentasi megathrust karena gempa dengan skala besar dengan kedalaman laut 8-9 meter. Itu bisa tsunami,” paparnya.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah menerbitkan buku yang diambil dari karya penelitian para pakar yang membuat tentang Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017.

“Ini berupa potensi dan hasil ilmiah yang harus diantisipasi juga karena potensinya besar. Makanya harus diberi tahu mitigasi agar masyarakat tidak panik,” paparnya.

Widjo menilai, mitigasi bencana alam Indonesia merupakan kerja besar dari BNPB, BMKG, BPPT, dan kementerian terkait. Menurut dia, pemberian edukasi dampak dan bahaya bencana alam kepada masyarakat harus melibatkan semua unsur.

Baca Juga: BNPB Catat Ada 1.107 Bencana di Indonesia Sejak Januari-Maret 2019

“Semua unsur harus memahami daerah mana saja daerahnya (bencana) itu. Semuanya sudah ada datanya. Misalnya kabupaten apa saja bencananya. Jadi konsep mitigasinya dan itu harus diketahui apa saja ancamannya kemudian mitigasinya, semua tata ruang bagaimana petanya,” paparnya.

Widjo berharap, pemerintah segera menyiapkan shelter-shelter penampungan masyarakat bila di lokasi yang berpotensi tsunami. Selain itu, masyarakat juga harus dilatih dan diingatkan secara berkala agar siap mengantisipasi bencana alam yang bisa kapan terjadi.

“Kemudian early warning sistemnya. Berarti dijamin 24 jam dan banyak aspek saling terkait dan salah satu mata rantai putus saja nanti bisa nggak berjalan. Ini kerja besar kita,” tandasnya.

oknws.

LEAVE A REPLY