Sah! Empat Bupati Madura Jadi Dewan Penasehat BPWS

0
369
Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan tentang konsep ekonomi Madura kepada Gubernur Jatim dan jajarannya, Kamis petang (26/7/2019).

Jakarta, Nawacita – Bupati se-Madura dan Walikota Surabaya Jadi Dewan Penasihat BPWS
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa seluruh
Bupati se Madura dan Walikota Surabaya serta tokoh Madura menjadi Dewan
Penasihat Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS). Kepastian
tersebut disampaikan setelah dirinya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yabg
dipimpin langsung Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan kemenPAN
RB, kementerian PUPR, beserta perwakilan Sekretaris Kabinet (Seskab) RI di
Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (25/7).


“Hari ini alhamdulillah sudah diputuskan bersama oleh Menko Perekonomian,
Perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian PAN-RB, Seskab. Sudah diputuskan
calon kepala dan wakil kepala BPWS. Yang masuk dalam struktur baru adalah
seluruh bupati di Madura dan Walikota Surabaya sebagai Dewan Penasihat BPWS,”
ujar Gubernur Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim menjelaskan, selain bupati se Madura
dan Walikota Surabaya, tokoh masyarakat Madura juga diakomodir menjadi Dewan
Penasihat. Masuknya para tokoh masyarakat Madura tersebut didasarkan atas
usulan empat bupati di Madura.
“Dalam pengembangan struktur baru BPWS, terdapat penambahan satu
deputi yaitu Deputi Investasi. Deputi tersebut melengkapi deputi sebelumnya seperti
Deputi Perencanaan dan Deputi Pembangunan,” jelasnya.


Masih menurut Gubernur Khofifah, Deputi Investasi bisa menjawab peluang
investasi yang cukup besar di Madura. Karena itu, dirinya berkeinginan untuk
menambahkan perencanaan pembangunan wisata pada Selingkar Kepulauan
Sumenep sebagai satu kesatuan dengan perluasan pariwisata baru di Jatim.
“Jika selama ini yang ada dalam perencanaan pembangunan wisata di Jatim
antara lain Selingkar Wilis, Selingkar Ijen, dan Kawasan Bromo Tengger Semeru
(BTS), kami ingin menambahkan Selingkar Kepulauan Sumenep. Karena ada Pulau
Gili Iyang. Itu pulau yang oksigennya terbaik kedua di dunia, Pulau Gili Labak yang
indah karang dan coralnya,” jelas orang nomor satu di Jatim ini.

Gubernur Khofifah berharap, Deputi Investasi dalam struktur BPWS yang
baru nanti bisa menarik banyak investor ke Madura. Apalagi Madura memiliki
banyak keunggulan hortikultur dan peternakan seperti ternak sapi potong.
“Kita ingin ada budidaya sapi yang lebih luas dan lebih besar. Sehingga pada
akhirnya bisa mengurangi impor bakalan sapi. Tentu swasembada daging bisa
diperkuat,” pintanya.

Dirinya juga menambahkan, hal yang strategis dalam perencanaan Pemprov
Jatim dan bersinergi dengan BPWS adalah Indonesia Islamic Science Park yang
rencananya ada di kaki Suramadu sisi Madura. Dalam pengembangannya
diharapkan ada 101 hektar yang bisa disiapkan.
“Kita ingin dari formatnya itu 20 persen untuk edukasi, 30 persen untuk art,
dan 50 persen untuk wisata. Indonesia Islamic Science Park itu harapannya ingin menarik gravitasi keuangan syariah dunia ke Indonesia. Dan itu bisa dilakukan di
Jatim dan sentranya ada di area Indonesia Islamic Science Park,” pungkasnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian RI Darmin Nasution mengatakan, hal
yang perlu segera dibicarakan adalah mengenai Kepala BPWS. Agar nanti BPWS
ada yang menggerakan secara operasional.
“Sebenarnya bulan Juli ini targetnya kita sudah bisa menetapkan Kepala atau
perlu ada Wakil Kepala BPWS. Agar bisa bergerak dan anggarannya bisa terserap,”
katanya. (Humaspemprov Jatim/Gd)

LEAVE A REPLY