TKN Menilai Kasus Rizieq dan Rekonsiliasi Pasca-Pilpres Tak Berkaitan

0
397
Pimpinan FPI Rizieq Shihab.
Pimpinan FPI Rizieq Shihab.

JAKARTA, Nawacita – Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, menilai kasus Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab tidak berkaitan dengan wacana rekonsiliasi politik pasca-Pilpres 2019.

Hal tersebut guna menjawab pernyataan eks Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Rofiq berpendapat kasus Rizieq bukanlah kasus politik. Karena itu, jika yang bersangkutan ingin kembali ke Tanah Air, maka hal tersebut dipersilahkan.

Baca Juga: Soal Putusan PHPU Tim Hukum TKN Yakin Tidak Ada Dissenting Opinion

“Kalau mau pulang ya pulang saja. Kasus HRS bukan kasus politik, tapi kasus di luar itu,” ujar Rofiq saat dihubungi, Sabtu (6/7/2019).

Sekretaris Jenderal Partai Perindo itu berujar, jika Rizieq tidak merasa bersalah, maka sebaiknya ia pulang saja dan menghadapi kasus hukum yang membelitnya.

Dengan demikian tidak perlu lagi ada pihak yang mengaitkan antara kasus Rizieq dengan rekonsiliasi politik pasca-Pilpres 2019.

“Menurut saya kalau merasa tidak bersalah pulang saja dan buktikan bahwa HRS siap menghadapi kasus hukum.

Jika diperhadapkan kasus HRS dengan rekonsiliasi tentu itu tidak tepat,” tegas Rofiq.

Baca Juga: Koalisi Bubar, Prabowo Bebaskan Pilihan Politik Parpol Pendukung

Diwartakan sebelumnya, Dahnil Anzar dalam akun Twitternya berpendapat bahwa rekonsiliasi politik mesti diikuti dengan pemberian kesempatan untuk Rizieq kembali ke Tanah Air.

“Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yg paling tepat beri kesempatan kpd HABIB RIZIQ kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi,semuanya saling memaafkan.Kita bangun toleransi yg otentik,stop narasi2 stigmatisasi radikalis dll,” kata Dahnil dalam akun Twitternya.

oknws.

LEAVE A REPLY