TPID Jatim Pastikan Pasokan Aman Menjelang Puasa Dan Idul Fitri Tahun 2019

0
370

Surabaya, Nawacita – Dalam rangka memastikan terkendalinya inflasi Jawa Timur pada kisaran sasaran inflasi sebesar 3,5% ± 1% di tahun 2019, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2019, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Timur beserta seluruh TPID 38 Kota/Kabupaten melaksanakan rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) TPID Jawa Timur, dan dihelat Kamis ( 02/05/2019)

Rapat Koordinasi Wilayah TPID Se-Jawa Timur dipimpin langsung oleh, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan didampingi oleh, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah, serta dinas terkait dengan tema “Ketersediaan, Keterjangkauan Harga Bahan Pokok Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (Puasa dan Idul Fitri Tahun 2019)

Sejumlah komoditas yang telah menunjukkan kenaikan harga yang signifikan, diantaranya bawang putih, bawang merah dan cabai merah. “Kita harus memastikan bahwa Operasi Pasar yang telah kita lakukan selama ini efektif untuk menurunkan harga komoditas tersebut. Jangan sampai komoditas yang kita salurkan malah dimanfaatkan oleh tengkulak,seperti penyaluran bawang putih ke Gresik yang terkendala banjir dan ditutupnya akses jalan, Dinas Perhubungan dan Pemerintah kabupaten harus dapat mencari solusi agar komoditas tersebut tersalurkan sehingga tidak terjadi kelangkaan.” Jelas Emil

Lebih lanjut, Selama Ramadhan, kita memiliki harga psikologis yang dapat menjadi patokan kewajaran pergerakan harga komoditas. Harga psikologis inilah yang perlu kita kaji bersama apakah cukup wajar sehingga tidak menimbulkan inflasi yang berlebihan,” tutur Emil.

Ditempat yang sama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah mengatakan, Selain sejumlah komoditas pangan turut mengalami kenaikan pula adalah pada masa Ramadhan seperti telur ayam ras dan daging ayam ras. faktor lain yang perlu diwaspadai administered price, seperti tarif angkutan “Yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bila kita lihat bersama dalam 2 (dua) tahun terakhir, tekanan inflasi pada periode HBKN lebih dominan disebabkan oleh tekanan harga pada kelompok administered price yaitu tarif angkutan, Untuk itu perlu dilakukan upaya–upaya untuk meminimalkan dampak kenaikan tarif angkutan (darat, udara, laut) tersebut terhadap tekanan inflasi Jawa Timur pada periode HBKN.

“Kita perlu grand design program pengembangan berbasis kawasan, yang difokuskan pada komoditas pangan unggulan di masing-masing daerah secara Jatim-wide. Selain itu, penguatan koordinasi antar Kabupaten-Kota/Provinsi/Kawasan, penguatan data untuk mengetahui efektivitas program, ketersediaan stok dan disparitas harga serta pembentukan atau optimalisasi Pusat Distribusi Provinsi/Regional juga dibutuhkan, TPID Jatim pun kini telah memiliki terobosan baru melalui kerjasama E-Warung dengan marketplace Bukalapak untuk penjualan sejumlah komoditas. Dengan program seperti ini, tentu barang akan lebih efektif sampai ke masyarakat dan mampu memotong jalur distribusi,” pungkas Difi.

TPID Jatim menghimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas inflasi di Jawa Timur yaitu dengan membeli barang secukupnya dan sewajarnya karena pasokan pangan Jawa Timur menjelang Lebaran diperkirakan aman.

dny

LEAVE A REPLY