Pemindahan Ibu Kota Negara di Sebut PDIP Dapat Memperkuat Posisi Geopolitik Indonesia

0
309
Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto.

JAKARTA, Nawacita – PDI Perjuangan menanggapi positif terhadap kebijakan baru Presiden Jokowi yang mematangkan rencana pentingnya membentuk pusat pemerintahan negara Indonesia, memindahkan Ibu Kota negara, dan menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian Indonesia.

“Apa yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi dengan menggelar Rapat Kabinet Terbatas membahas rencana Ibu Kota yang baru sangat menarik. Namanya rencana, implementasinya tentu memerhatikan banyak aspek, salah satunya adalah posisi geopolitik Indonesia yang begitu strategis dan menjadi titik temu, bahkan persenyawaan peradaban antar bangsa di seluruh penjuru dunia,” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/4/2019).

Menurut Hasto, kebutuhan pemindahan Ibu Kota juga mempertimbangkan arah masa depan Indonesia di mana pada 2030 negara ini diprediksi menjadi kekuatan perekonomian keempat di dunia.

“Jakarta tentu saja tetap berperan sentral dan strategis, apalagi sebagai pusat kekuatan perekonomian Indonesia. Dipastikan ke depan akan jauh lebih banyak ruang hijau dan tata kotanya akan semakin asri dan menawan karena kantor-kantor pemerintahan negara pun akan menyesuaikan dengan ibu kota baru tersebut,” terang dia.

PDIP sendiri akan memberikan kontribusi terhadap kebijakan strategis tersebut. Sebab pada 1957, Bung Karno telah meletakkan master plan dengan menjadikan Palangkaraya, Kalimantan Tengah sebagai Ibu Kota negara Indonesia.

Posisinya yang strategis, bahkan telah ditarik garis imajiner, yang menjadikan Kalimantan Tengah benar-benar sebagai sentralnya Indonesia dan dunia. Gagasan besar Bung Karno ini tentunya diintegrasikan dengan komitmen menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Atas dasar hal tersebut, PDIP akan memberikan kajian khusus secara geopolitik, kebudayaan, sosiologis, serta tata ruang yang menggambarkan hebatnya Ibu Kota Indonesia yang baru tersebut yang menampilkan seluruh watak, jati diri, dan sejarah panjang Indonesia Raya kita,” tutur Hasto.

oknws.

LEAVE A REPLY