Memperingati Hari Kartini Fatma Saifullah Yusuf: Perempuan Bisa Bertindak Sebagai Agen Perubahan

0
261

Surabaya, Nawaita – Pendiri Fatma Foundation Dr. Hj. Fatma Saifullah Yusuf menyerap pertarungan R.A. Kartini yang menginspirasi Sosoknya dianggap sebagai simbol emansipasi wanita yang memperjuangkan wanita karena ketidaktahuan.

Saat mewawancarai Hari Kartini dengan acara bincang-bincang Radio Smart FM berjudul “Wanita Cerdas Untuk Bangsa Cerdas” di Galeri Pemasaran Grand Pakuwon, Jumat (26/4/2019), Fatma menyatakan keinginannya bahwa saat ini Kartini-Kartini tidak tinggal diam dan berpartisipasi. dalam pengembangan

Melalui Yayasan Fatma, istri mantan wakil gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, memilih perannya di sektor kesehatan untuk membantu wanita bebas dari kanker serviks dan kanker payudara.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah membutuhkan kita, jadi dengan peran yang saya asumsikan, peran kesehatan, saya berharap itu bisa membantu mengurangi angka kematian wanita akibat kanker serviks dan kanker payudara. kita bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bagi rakyat kita, “kata Fatma.

Fatma melihat bahwa sekarang ada banyak perempuan Indonesia yang bekerja di semua bidang dengan profesi yang berbeda. Dia menyebut peran besar Kartinilah yang membuat wanita tidak ketinggalan.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kita semua pada saat Hari Kartini yang dapat kita perbarui, saya harap kita bisa lebih baik.” Tidak menjadi wanita yang memuji bersama, tidak menjadi wanita yang melampaui batas sifatnya, tetapi kita bisa untuk menjadi wanita yang lebih dari apa yang dilihat orang, lebih bermanfaat, lebih mandiri, semoga menjadi sosok wanita untuk berubah atau menjadi agen perubahan, “katanya.

Yayasan Fatma sebagai kontribusi Fatma bagi perempuan di Jawa Timur ingin terus memberikan pendidikan sehingga banyak perempuan sadar akan kesehatan mereka. Sejak didirikan pada 4 Februari 2019, Yayasan Fatma telah melakukan upaya besar untuk melayani masyarakat dengan memberikan pap smear dan ujian payudara di 7 lokasi.
Hingga saat ini, ada 439 wanita yang telah menerima layanan di 5 lokasi ini, dan sisanya memberikan pendidikan kesehatan kepada generasi muda.

Selain Fatma, profesor dari Universitas 17 Agustus Surabaya, juga mempresentasikan peran perempuan di masyarakat. Dokter drg Hj. Ida Aju Brahmasari, Dipl.DHE., MPA., Dan Presiden TP PKK Kab. Trenggalek Novita Hardiny Nur Arifin, yang juga menjadi pembicara tamu.

dny

LEAVE A REPLY