Pemerintah di Harapkan Lebih Peduli Pada Pemberdayaan Seni Ludruk

0
331
para Pemeran Aladin 1001 Malam Di Surabaya

Surabaya, Nawacita – Ludruk sering menjadi dongeng sehari-hari diselingi lelucon, bahkan kritik sosial. Seni ini sangat populer di Jawa Timur dan merupakan salah satu ikon peninggalan artistik tradisional yang masih ada sampai sekarang, salah satunya yang masih bertahan sampai sekarang adalah ludruk yang disebut Irama Budaya Ludruk Sinar Nusantara diketuai oleh Cak Meimura.

Hingga saat ini, Seni ludruk dianggap sebagai seni yang paling kuat yang mencerminkan karakter masyarakat Jawa Timur, sehingga perlu untuk melestarikan keberadaannya akan tetapi pada saat ini seni ludruk menjadi kurang populer di kalangan masyarakat, terutama masyarakat muda sekarang,karena mereka tahunya sekarang adalah Stand Up komedi yang biasanya ada di TV

Untuk menghidupkan kembali Seni Ludruk, Irama Budaya Ludruk Sinar Nusantara yang dipimpin oleh Cak Meimura bersama-sama dengan Mahasiswa Magister Manajemen di Universitas Airlangga Surabaya, mengadakan Kinerja Milenium Ludruk yang akan berlangsung di Aula Fajar Notonegoro (Fakultas Ekonomi Bisnis) Universitas Airlangga Jl. Airlangga No 4 – 6 Surabaya pada Minggu (28/4/2019) pukul 09.00 WIB dengan judul Ludruk “Aladin 1001 Malam di Surabaya,” tanpa dipungut biaya

Itulah mengapa ini adalah untuk menghidupkan kembali seni Ludruk sehingga tidak padam dan diharapkan bahwa generasi muda milenial akan selalu mencintai seni Ludruk karena seni ini adalah warisan yang harus kita lestarikan, terutama seni Ludruk.

“Salah satu alasan mengapa melakukan Ludruk adalah bagian dari tugas kami, karena seni dan budaya Ludruk sekarang semakin dilupakan dan ini benar-benar membutuhkan dukungan dari beberapa pihak, tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari semua tingkatan masyarakat, terutama kaum Millennial, sehingga Ludruk masih dapat berpartisipasi di antara kaum Millennial yang ada saat ini dan di masa depan, “kata Abi Rafdi Furqon sebagai presiden Komite Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

Di tempat yang sama, Cak Meimura, yang merupakan pemimpin dari Ritme Budaya Sinar Nusantara, menjelaskan, pada kenyataannya, apa yang dibutuhkan bukan hanya pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan Ludruk dan kebijakan tentang keberadaan yang harus dikembangkan dan dilestarikan. oleh pemerintah agar pembangunan tidak membunuh Ludruk sebagai seni masyarakat adat. Jawa Timur, “katanya saat konferensi pers dengan tim media, Kamis (25 April) malam.

dny

LEAVE A REPLY