Dengan Digelarnya “Ludruk Goes Millenials” Diharapkan Anak Muda Lebih Peduli

0
527

Surabaya,Nawacita – Kota surabaya memiliki banyak macam kesenian tradisional antara lain tari remo yaitu tarian selamat datang khas jawa timur yang menggambarkan karakter dinamis masyarakat surabaya atau jawa timur yang dikemas sebagai gambaran keberanian seorang pangeran.Biasanya tari ini ditampilkan sebagai tari pembukaan dari seni ludruk atau wayang kulit jawa

Diantara ke semua kesenian yang berkembang di kota surabaya terdapat satu kesenian yang menjadi maskot khas budaya kota surabaya yaitu kesenian ludruk

Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelar di sebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat (terutama kehidupan wong cilik ) seperti sehari hari cerita perjuangan yang diselingi dengan lawakan Khas suroboyoan serta diiringi gamelan sebagai musik. 

akan tetapi ludruk saat ini sudah tergeser dengan berlahan lahan dengan hadirnya tv dan film apalagi anak muda sekarang sudah tidak mau, malu dan dibilang kuno kalau melihatnya padahal ludruk sebagai warisan budaya yang perlu kita lestarikan khususnya yang ada di jawa timur

Untuk membangkitkan kembali kejayaan Ludruk, Program Magister Manajemen Universitas Airlangga Angkatan 51 AP, mengadakan kegiatan dengan tema ” Ludruk Goes Millenials ‘ menyelenggarakan pentas seni Ludruk di Surabaya sebab kali ini yang dibidik adalah kalangan anak muda sebab para pemainya nanti rata rata anak muda serta memancing supaya Anak muda sekarang untuk selalu mencintai budaya kesenian

Kegiatan ini akan digelar di Aula Fajar Notonegoro (Fakultas Ekonomi Bisnis) Universitas Airlangga Jl. Airlangga No 4 – 6 Surabaya pada hari Minggu (28/04/2019) pada pukul 09 : 00 WIB dengan judul Ludruk “Aladin 1001 Malam Di Surabaya.” dan dipastikan akan hadir tokoh ludruk Kondang Yaitu cak Kartolo.

ojo lali rek, delok Cak kartolo manggung, Gratis maneh…

Dny

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY