Ludruk Tobong Benteng Terakhir Budaya Jawa Timur

0
736

Surabaya, nawacita – Jika masyarakat Jawa tengah mempunyai Ketoprak sebagai pertunjukan Hiburan, masyarakat jawa timur pun juga mempunyai kesenian yaitu Ludruk. Salah satunya yang sampai sekarang masih eksis walaupun perlahan lahan tergeser oleh film dan Tv yaitu ludruk tobong yang berdiri pada tahun 1980 an didirikan oleh Cak Soenaryo asli arek kampung Ploso Surabaya. hingga kini masih mampu bertahan di Surabaya serta benteng terakhir Budaya ludruk khususnya Jawa timur dan masih bertahan dalam sebuah gedung teater sederhana di komplek Taman Hiburan Rakyat Surabaya.

Kelompok ini dinamakan Ludruk Tobong yg mana mereka bergerak dari satu tempat ke tempat yg lain bersama dengan seluruh anggota. Satu-satunya grup ludruk yang masih bertahan di surabaya, walaupun hasil yang diperoleh jauh dari mencukupi Itu tidak menurunkan semangat Soenaryo dengan teman temanya tidak manggung lagi

Pada tahun 2010 ludruk tobong diundang oleh kepala UPTD THR untuk (tobong) pentas rutin di Taman Hiburan Rakyat Surabaya dengan tujuan meramaikan THR ketika THR sudah menjadi ruang kosong” sepi tak ada kegiatan kesenian”.

Semula kelompok ini mampu pentas di THR setiap hari sebagaimana ketika tobong di daerah Pulo Wonokromo Surabaya, karena kondisi THR yg tidak “ramah” lagi sebagai ruang publik, lambat laun penonton surut, kini ludruk ini hanya mampu pentas seminggu sekali pada hari Sabtu malam minggu. dengan penonton paling banyak 10 sampai 30, ludruk ini membiayai produksi pertunjukan sendiri dengan menjual tiket masuk hingga saat ini.

Kesenian Ludruk tobong dapat dihadirkan kembali ke tengah publik mellennial dengan berbagai sentuhan kekinian tanpa menghilangkan ” ruh atau pakem” nya. Seperti kolaborasi pentas yg dilakukan mahasiswa Pasca Sarjana Unair kali ini,yang akan digelar di Aula Fajar Notonegoro (Fakultas Ekonomi Bisnis) Universitas Airlangga Jl. Airlangga No 4 – 6 Surabaya pada hari Minggu (28/04/2019) pada pukul 09 : 00 WIB dengan judul Ludruk “Aladin 1001 Malam Di Surabaya.

dengan adanya Kegiatan ini diharapkan sebagai pengembangan berbagai aspek dan pelestarian yg menarik, dengan berkolaborasi, menggarap, memproduksi pertunjukan secara bersama sama maka akan terjadi berbagai transformasi “nilai” yg tentunya bakal berdampak secara luas untuk menjaga kesenian ini dari kepunahan.

Ada tiga hal yang diperjuangkan oleh kelompok kami demi menjaga keberadaan kesenian ini di tengah percepatan peradaban yang ada.

Ludruk Irama Budaya pentas minimal satu minggu sekali. berbagai piranti pendukung penampilan kesenian Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara (teknologi tata panggung ). Regenerasi dengan melakukan pelatihan/workshop diperuntukkan bagi generasi muda yang berminat terhadap kesenian Ludruk.  hal ini dalam rangka mempertahankan, melestarikan, mengembangkan kesenian Ludruk sebagai kekayaan budaya bangsa Khususnya di jawa timur

Gratis Rek

dny

 

 

 

LEAVE A REPLY