Jokowi Bagikan 4.000 KIP di Gorontalo

0
175
Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo.

JAKARTA Nawacita — Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Gorontalo menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 4.000 pelajar dari berbagai jenjang. Presiden berpesan agar dana bantuan pendidikan yang terdapat di dalam KIP digunakan sesuai dengan peruntukannya.

“Anak-anak (SD) di kartunya ada dana Rp 450 ribu. Jadi hati-hati pegang kartunya. Yang SMP sudah tahu ada berapa? Rp 750 ribu. Yang SMA/SMK ada berapa dana yang ada di dalam kartu? Rp 1 juta,” ujar Presiden Joko Widodo kepada para siswa penerima bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP),Sabtu (2/3).

Presiden lalu berpesan agar siswa penerima KIP dapat menggunakan dana PIP untuk hal-hal yang berkaitan dengan keperluan pendidikan. Ia juga mengingatkan agar para siswa penerima KIP ini dapat giat belajar.”Tugas anak-anak adalah belajar. Jangan ada yang malas-malasan. Harus rajin semuanya,” lanjutnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, melaporkan jika Kemendikbud menghadirkan 4.000 penerima beasiswa pendidikan PIP dari Kabupaten Gorontalo di Gedung Olahraga (GOR) David-Tonny, Limboto. Mereka secara langsung melihat penyerahan KIP yang dilakukan Presiden Jokowi.

“Sebanyak 4.000 siswa hari ini kita libatkan untuk terlibat dalam pencairan dana Kartu Indonesia Pintar. Kami telah mendatangkan bank mitra penyalur yaitu BNI dan BRI,” kata Mendikbud.

Sepanjang tahun 2018, PIP telah membantu lebih dari 129 ribu siswa provinsi Gorontalo, dengan total bantuan senilai lebih dari Rp 66 miliar. Di awal 2019 ini Kemendikbud telah mendata 80.502 siswa calon penerima PIP di seluruh provinsi Gorontalo dengan nilai bantuan mencapai Rp 41,17 miliar. Menurut Mendikbud, jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan adanya usulan penerima KIP baru.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi Gorontalo dari 6,97 tahun 2014 menjadi 7,28 pada 2017. Sumbangsih sektor pendidikan melalui peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS) mengalami peningkatan dari 6,97 (2014) menjadi 7,28 (2017).

Sedangkan harapan lama sekolah (HLS) meningkat dari 12,49 (2014) menjadi 13,1 (2017). Berdasarkan data Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kemendikbud, angka partisipasi kasar (APK) jenjang sekolah menengah di Provinsi Gorontalo naik dari 76,95 (2014) menjadi 84,81 (2018).

Sama seperti pesan Presiden, Mendikbud juga berpesan agar para penerima KIP dapat menggunakan dananya secara cermat, hemat, dan penuh perhitungan. “Jangan boros. Gunakan sesuai dengan kebutuhan. Dan gunakan untuk keperluan sekolah,” ujarnya.

Saat ini, KIP telah berupa kartu yang dapat digunakan pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk memudahkan penerima mencairkan dana bantuan pendidikan ini. Para guru pendamping diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai literasi finansial, khususnya mengenai pemanfaatan fasilitas perbankan.

“Tidak semua dana PIP harus dibelanjakan. Karena itu kalau memang tidak diperlukan, boleh ditabung di masing-masing rekening kartunya. Sehingga pada saatnya, jika nanti dibutuhkan, bisa digunakan,” ujar Muhadjir.

rp

 

LEAVE A REPLY