Anies Sambut Baik Tawaran Ketua OSIS Kuliah di IPB

0
306
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Anies Baswedan Dan Sandiaga Uno
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Anies Baswedan Dan Sandiaga Uno

BOGOR Nawacita — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambut baik tawaran Institut Pertanian Bogor (IPB) agar para ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di DKI untuk kuliah di kampus ilmu pertanian tropika terbesar di Asia Tenggara itu. Anies mendukung program IPB terkait generasi muda yang berjiwa pemimpin.

“IPB sedang menciptakan dan mengembangkan generasi muda yang berjiwa pemimpin, ini patut didukung dan dicontoh oleh perguruan tinggi lain,” katanya dalam pernyataan yang dilansir Humas IPB yang dipantau di Bogor, Jawa Barat, Senin (28/1).

Anies Baswedan bersama Rektor IPB Dr Arif Satria, pekan lalu, menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov DKI Jakarta dengan IPB di Balairung, Balai Kota Jakarta. Nota kesepakatan itu berisi kerja sama pemerintah dan dunia pendidikan dalam penerapan Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Rektor IPB Arif Satria berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dapat mengimbau para ketua OSIS di DKI Jakarta untuk bisa kuliah dan belajar di IPB. Arif mengatakan tawaran itu bertujuan munculkan pemimpin-pemimpin yang andal dari DKI Jakarta kelak.

Anies tertarik dengan jalur ketua OSIS belajar di IPB yang dapat mencetak generasi muda berjiwa pemimpin dengan mental kuat. Rektor IPB Arif mengatakan bahwa visi IPB 2045 menjadi “Techno-socio Entrepreneurial University”.

Untuk mencapai visi tersebut, IPB perlu melakukan beragam transformasi, baik dari segi pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. IPB terus meningkatkan kurikulum, di mana salah satunya membuka jalur seleksi mahasiswa khusus ketua OSIS.

“Jalur ini untuk mencari calon mahasiswa yang memiliki kecintaan pada bidang pertanian sekaligus memiliki bakat kepemimpinan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa skema itu salah satu seleksi mandiri untuk mencari calon mahasiswa yang telah terbukti memiliki jiwa kepemimpinan sebagai ketua OSIS, sekaligus memiliki kemampuan akademik yang memadai. “Kita ingin membentuk lulusan yang memiliki intelektualitas dan jiwa kepemimpinan yang kuat,” katanya.

rp

LEAVE A REPLY