Menteri Airlangga Cetuskan Pembangunan Kawasan Industri Makassar Tahap 2, Ini Calon Lokasinya

0
473
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Makassar, nawacita – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan Kawasan Industri Makassar (KIMA) di Sulawesi Selatan hingga 1.000 hektare (Ha). Sebab, saat ini, kawasan tersebut sudah hampir terisi penuh, dengan jumlah 250 perusahaan

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Lahan di KIMA sudah sangat terbatas atau bisa dikatakan lokasinya hampir habis terjual. “Jadi, perlu perluasan lagi sehingga nanti mampu menampung banyak investor yang masuk,” jelas Airlangga di Makassar, Jumat (18/1/2019).

Saat ini Total area KIMA seluas 270,84 Ha dan sudah terjual mencapai 237,39 Ha. Sehingga sisa sekitar 33,45 Ha. Pemprov Sulawesi Selatan merekomendasikan lokasi untuk perluasan Kawasan Indrusri baru, yakni KIMA 2 di Kab Maros sebagai konsep pengembangan wilayah Makassar, Maros, Sungguminasa, Gowa, dan Takalar (Mamminasata).

Airlangga meyampaikan, perluasan KIMA perlu dilakukan karena sejalan upaya pemerintah memacu pertumbuhan, pemerataan industri, & ekonomi di kawasan timur Indonesia. Apalagi, Indonesia sedang menjadi salah satu negara tujuan utama investasi. “Sehingga kawasan Industri  diproyeksikan bagi banyak pelaku industri yang bakal menanamkan modalnya,” terang Ketua Umum Partai Golkar ini.

Dijelaskannya, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan gerbang perekonomian di bagian timur Indonesia. Oleh karena itu, Sulawesi Selatan butuh kawasan industri yang lebih luas lagi dari sekarang ini. “KIMA tahap 2 diproyeksikan penambahannya sebesar 1.000 Ha,” ujar Airlangga.

Dengan menggaet lebih banyak investor yang masuk ke Sulawesi Selatan, Airlangga meyakini  akan memberikan efek berantai yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah mulai dari peningkatan nilai tambah bahan baku hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Pemerintah berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan thd perizinan usaha dan penyediaan lahan di kawasan industri. “Saat ini pemerintah juga terus menerapkan sistem Online Single Submission (OSS) secara terintegrasi di semua daerah,” jelasnya lagi.

Sementara itu, ditempat yang sama, Wagub Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik langkah pemerintah pusat melalui Kemenperin itu. Ia menegaskan sedang  mengkaji lahan di Kab. Maross sebagai lokasi yang tepat untuk perluasan KIMA 2. Lahan di KIMA 1 sekarang sudah hampir habis dikarenakan banyak peminat. “Iya, Pemprov Sulsel diminta utk memfasilitasi ketersediaan lahan minimal 1.000 Ha,” terangnya.

Kementerian Perindustrian mengaku bahwa upaya semcam ini adalah sebagai pengembangan & pembangunan KI di luar Jawa. Pengembangan Kawasan Industri di luar jawa diyakini dapat meningkatkan nilai investasi di Indonesia. Melalui berdirinya pabrik akan menyerap banyak tenaga kerja lokal, sebagai salah satu bukti multiplier effect aktivitas industrialisasi.

Di samping itu, Kemenperin juga bertekad memfasilitasi pembangunan politeknik di kawasan industri. Upaya ini guna memudahkan perusahaan mendapatkan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan zaman sekarang, terutama dengan adanya perkembangan teknologi industri 4.0. hms/twi

LEAVE A REPLY