IHSG Menguat Sejalan dengan Bursa Global

0
359
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (18/1) dibuka melanjutkan penguatan searah dengan bursa saham global. IHSG dibuka menguat 26,68 poin atau 0,42 persen menjadi 6.450,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,08 poin atau 0,50 persen menjadi 1.029,99

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan bursa saham Amerika Serikat yang mengalami penguatan berdampak positif pada pergerakan bursa saham di kawasan Asia, termasuk IHSG. “Pelaku pasar di AS nampaknya tidak menanggapi penutupan pemerintahnya, saham AS yang menguat menjadi katalis positif bagi pasar Asia, dan IHSG melanjutkan penguatan,” katanya.

Ia menambahkan dana asing yang masih masuk ke pasar saham Indonesia di tengah outlook pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang melemah turut menjadi penopang bagi IHSG. “Outlook ekonomi AS melambat seiring masih berlangsungnya perang dagang dan government shutdown,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, bank sentral AS (The Fed) juga telah mengindikasikan untuk tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga acuannya.

 

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 262,31 poin (1,29 persen) ke 20.664,58 dan indeks Hang Seng menguat 308,83 poin (1,15 persen) ke 27.064,46. Sementara itu indeks Strait Times menguat 16,20 poin (0,50 persen) ke posisi 3.230,64.

Saham-saham di Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Kamis (17/1) karena para pelaku pasar menunggu hasil kuartalan terbaru dari raksasa streaming online Netflix sambil mencerna sejumlah data ekonomi. Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 162,94 poin atau 0,67 persen, menjadi berakhir di 24.370,10 poin. Indeks S&P 500 ditutup naik 19,86 poin atau 0,76 persen, menjadi 2.635,96 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 49,77 poin atau 0,71 persen, menjadi berakhir di 7.084,46 poin.

Netflix memberikan hasil kuartal keempat yang beragam setelah penutupan perdagangan Kamis (17/1). Labanya mengalahkan ekspektasi sementara pendapatannya meleset dari perkiraan. Hasil itu mengirim harga sahamnya merosot lebih dari dua persen dalam perdagangan afterhours (perdagangan di luar jam perdagangan reguler).

Penguatan saham-saham AS juga didukung harapan resolusi untuk sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina, yang mengangkat saham-saham industri dan sentimen investor. Saham-saham melonjak dalam perdagangan sore setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin membahas pencabutan beberapa atau semua tarif yang dikenakan pada impor Cina dan menyarankan untuk menawarkan pengembalian tarif selama perundingan perdagangan yang dijadwalkan 30 Januari.

repblk

LEAVE A REPLY