IWO Jatim Minta Polres Pamekasan Usut Tuntas Penganiayaan Terhadap Wartawan

0
348

Surabaya, Nawacita.co – Kekerasan terhadap Jurnalis serasa tak henti – hentinya, padahal para kuli tinta ini dilindungi Undang – Undang saat melaksanakan tugasnya.

Walau dilindungi Undang – undang para Kuli Tinta ini masih juga sering mendapat perlakuan kasar, terbukti di Pamekasan seeorang Jurnalis baru – baru ini dikabarkan dianiaya oleh oknum Pokmas dikabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur saat sedang melakukan tugasnya sebagai seorang Jurnalis.

Sebagaimana dilansir dari beberapa media bahwa kejadian penganiayaan tersebut bermula saat Faisol (22), wartawan memoonline.co.id yang bertugas di Pamekasan dicekik lehernya oleh oknum Pokmas.

Saat itu sebetulnya Faisol menjalankan tugas menginvestigasi lima paket bantuan hibah ke Balai Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Sebab sesuai informasi yang diterima, dari lima paket bantuan hibah yang ditempatkan di Desa Plakpak Pamekasan tersebut, diduga bermasalah.

Karena, dari lima Paket bantuan hibah yang diterima lima Pokmas, yakni pokmas Kencana, Mutiara, Ispalmisjah, Sehati dan An – Nur, dan ditempatkan di Desa Plakpak, dikabarkan hanya dua yang dikerjakan. Sementara tiga pokmas lainnya, tidak diketahui keberadaannya.

Ditambahkan Faisol, kronologis detail peristiwa pencekikan itu bermula saat dirinya meminta kepada Sekretaris Desa (Sekdes), beberapa perangkat desa dan operator desa Plakpak untuk memfasilitasi dirinya bertemu dengan kedua pokmas yang ada.

Ditemui salah seorang ketua pokmas yang datang tiba – tiba marah dan langsung melakukan tindak kekerasan kepadanya.

“Salah seorang ketua pokmas dari salah satu pokmas tersebut datang marah – marah dan langsung mencekik leher saya. Tak hanya itu, bahkan si Jubri sempat mau memukul saya dengan asbak kayu besar yang dipegangnya itu,” tuturnya.

Megamati kejadian menyedihkan tersebut, Ikatan Wartawan Online Kabupaten Sumenep sebagai wadah para Jurnalis media online sangat menyayangkan kekerasan terhadap kuli tinta kembali terjadi.

“Kami sangat menyayangkan kekerasan terhadap kuli tinta ini kembali terjadi, seharusnya khalayak umum terutama Pemerintah setempat tau bahwa para kuli tinta saat bertugas dilindungi oleh Undang – Undang” tutur Trisno Surya ketua IWO Sumenep. Selasa (08/01).

Pihaknya menyampaikan bahwa Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Wartawan Online (DPD IWO) Kabupaten Sumenep mengecam keras terhadap pelaku kekerasan kepada wartawan yang terjadi di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.

“Dan kami minta, pihak Polres Pamekasan mengusut tuntas kasus ini, karena jika tidak saya yakin seluruh wartawan akan terpanggil untuk membela sesama wartawan, apalagi kasus ini adalah kasus kekerasan” pungkasnya.

Sedangkan dikonfirmasi mengenai masalah ini via WA nya ketua IWO Provinsi Jatim Satwika Rumeksa atau akrab dipanggil Ruru yang juga mantan wartawan senior Surya Post ini, Rabu (09/01/2019) mengatakan siap mendukung langkah IWO Sumenep dalam mengambil tindakan mendorong langkah hukum atas kasus ini.

“Karena kasus ini sudah dilaporkan kepihak berwajib, kita IWO Jatim dukung langkah DPD IWO Sumenep dan mendorong langkah hukum untuk penyelesaiannya,” jelas Ruru melalui WA nya. (Red/IWO)

LEAVE A REPLY