BK DPD: GKR Hemas Bisa Aktif Lagi Kalau Minta Maaf Terbuka

0
271
GKR Hemas.
GKR Hemas.

Jakarta,Nawacita – GKR Hemas dinonaktifkan sementara dari DPD RI karena banyak membolos dari sidang paripurna. Badan Kehormatan (BK) DPD RI menyebut Hemas bisa kembali aktif asal dia meminta maaf secara terbuka.

“Seperti yang sudah ada, ada senator dari Bali, Arya Wedakarna kena sanksi zaman Pak M Fatwa,” ujar anggota BK DPD RI, Gede Pasek Suardika saat dikonfirmasi, Jumat (21/12/2018).

Untuk mengembalikan statusnya sebagai anggota DPD RI, Arya disebut Pasek melakukan sejumlah hal. Dia meminta kepada seluruh anggota DPD saat sidang paripurna hingga meminta maaf lewat media massa. Hemas juga bisa menempuh cara yang sama bila ingin kembali menjadi senator.

“Minta maaf di paripurna, tertulis dan meminta maaf ke konstituen lewat media massa, itu pulih lagi. Itu sudah bisa dilakukan,” jelas Pasek.

Penonaktifan Hemas diumumkan dalam sidang paripurna DPD, Kamis (20/12). Selain Hemas, senator asal Riau, Maimana Umar juga ikut dinonaktifkan sementara karena asalan yang sama, yakni lebih dari 6 kali tak hadir di sidang paripurna.

Hingga saat ini, DPD sudah memecat 4 anggotanya karena masalah absensi. Bila Arya berusaha untuk mengembalikan posisinya, kata Pasek, Jefry Geoffani memilih mengundurkan diri.

“Sudah 4 sebenernya, perbedaannya Pak Arya meminta maaf, Pak Jeffry akhirnya memutuskan mundur,” sebut politikus Hanura.

GKR Hemas sudah angkat bicara terkait pemecatannya ini. Istri Sri Sultan Hamengku Buwono X itu memilih melawan dan menyatakan putusan pemberhentian dirinya tak berdasar hukum.

Keputusan BK memberhentikan sementara tanpa dasar hukum, bahkan mengesampingkan ketentuan pasal 313 UU No 17 tahun 2014,” ujar Hemas dalam konferensi pers di Kantor DPD RI DIY, Jalan Kusumanegara No 133, Yogyakarta, Jumat (21/12).

 

dtk

LEAVE A REPLY