Pembunuhan 31 Pekerja Trans Papua, Fahri: Pemerintah Harus Tegas

0
303
Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah.

Jakarta,Nawacita – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku terpukul atas peristiwa pembunuhan terhadap 31 orang pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Fahri menyebut pemerintah harus segera bersikap tegas.

“Ini adalah tragedi pembantaian yang membuat kita sangat terpukul dan membuat pemerintah harus segera mengambil sikap dan tindakan yang tegas terhadap masalah ini,” ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Ia juga mendesak pemerintah segera menyampaikan keterangan kepada publik. Pemerintah, lanjut Fahri, harus memastikan masyarakat–terutama para pekerja proyek pemerintah–mendapatkan perlindungan.

“Kedua, kita patut mendapatkan respons segera dari pemerintah tentang apa yang terjadi. Kenapa bisa ada kelompok bersenjata seperti ini datang menyergap orang lagi kerja,” sebutnya.

“Bagaimana sistem pengamanan kita selama ini, bagaimana sistem operasi intelijen selama ini, kenapa tidak bisa mendeteksi dan memantau adanya pergerakan orang bersenjata seperti ini. Ini harus ada penjelasan dan pemerintah harus memberikan penegasan dan perlindungan,” imbuh Fahri.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal sebelumnya menyatakan, pada Sabtu (30/12/2018) terjadi pembunuhan terhadap 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua, tepatnya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua. Pekerja tersebut merupakan karyawan PT Istaka Karya.

Menurut Kamal, KKB Papua awalnya menembak 24 pekerja proyek. Sedangkan 8 pekerja proyek lainnya melarikan diri dan bersembunyi di rumah salah satu anggota DPRD setempat. Namun KKB mendatangi rumah tersebut dan menembak 7 pekerja. Satu orang berhasil melarikan diri dan belum diketahui nasibnya.

Aparat gabungan TNI dan Polri belum bisa mencapai lokasi karena jalan menuju lokasi diblokir. Aparat telah bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi. Namun, saat tiba di Kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan agar tim segera balik karena jalan diblokir oleh KKB.

Belakangan diketahui bahwa pembunuhan itu dilakukan di hari Papua Merdeka. Polisi kini mengejar pelaku pembunuhan tersebut.

“Memang sudah lama mereka (KKB) memberikan ancaman akan membunuh orang yang lewat dari jalan tersebut,” kata Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Piter Reba saat dihubungi detikcom melalui telepon selulernya, Selasa (4/12).

dtk

LEAVE A REPLY