Mendagri: Tangan Pemerintah Terbatas Perangi Korupsi Racun Demokrasi

0
282
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Ketua KPK Agus Rahardjo dan Ketua DPR Bambang Soesatyo
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Ketua KPK Agus Rahardjo dan Ketua DPR Bambang Soesatyo

Jakarta,Nawacita – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menghadiri acara Hari Anti Korupsi Sedunia yang digagas KPK. Tjahjo menceritakan bahaya racun demokrasi salah satunya korupsi.

“Tangan pemerintah kayak saya ini terbatas bagaimana kita punya komitmen memerangi racun demokrasi yang menyangkut politik uang dalam proses memilih seorang kepala daerah, anggota DPR, DPRD, sampai capres, cawapres,” kata Tjahjo dalam jumpa pers di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Saat ini, Tjahjo menyebut Indonesia sadang dalam tahap konsolidasi demokrasi dengan tujuan mempercepat reformasi birokrasi dalam upaya mewujudkam otonomi daerah. Untuk mewujudkan hal itu, dia menyebut perlu ada langkah-langkah untuk memerangi korupsi.

“Kita menganut pemerintahan presiden yang multi partai. Untuk mewujudkan konsolidasinya, sistem pemerintahannya efektif dan efesien, mari salah satunya adalah langkah-langkah ini yang diinisiasi KPK memangkas, memerangi racun demokrasi,” ungkap Tjahjo.

Tjahjo menyebut racun demokrasi itu bisa berasal dari partai politik yang mengeluarkan para calon-calon legislatifnya. Proses perekrutan disebutnya menjadi tanggung jawab penuh partai politik itu sendiri dan pemerintah hingga KPK tidak bisa ikut campur di dalam itu.

dtk

LEAVE A REPLY