Ratusan pengemudi ojek online minta Prabowo minta maaf secara terbuka

0
442

SURABAYA,Nawacita.co  – Pernyataan Capres no 02 Prabowo Subianto yamg merasa prihatin anak sekolah saat ini setelah lulus SMA menjadi ojek. Mendapat tentangan dari pengemudi ojek online di kota Surabaya.

Ratusan ojek online (ojol) di Surabaya, Sabtu (24/11/2019), menuntut Capres Prabowo Subianto meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Mereka menggelar aksi didepan gedung Grahadi. Yang sebelumnya mereka berkumpul di kebun binatang surabaya dan dilanjut beriring iringan dengan kendaraannya menuju ke gedung Grahadi.

“Kami tunggu permintaan maaf Pak Prabowo. Kami ojek online hanya menuntut permohonan maaf. Kami bukan pembuat hoax, tapi pejuang keras sebagai anak negeri,” teriak salah satu peserya aksi yang menggunkan jaket warna Hijau, salah satu perusahaan ojekonline di kota Surabaya.

Prabowo dinilai mereka mengeksploitasi ojek online ebagai komoditas politiknya. Tuntutan disampaikan ojekonlinel yang beroperasi se-Surabaya tersebut secara bergantian di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Menurut mereka pilihan menjadi pengemudi ojek online dinilai pekerjaan yang mulia. Bukan hanya pengantar orang, makanan saja. Melainkan juga menolong orang, jika terjadi kecelakaan di jalan raya.

“Kami sebagai ojek online bermacam-macam status sosial. Kami pejuang bukan penjilat. Bukan hanya mengantar pesanan, tapi sebagai penolong pertama jika terjadi kecelakaan,” tegasnya.

Sementara, Ketua Komunitas Peduli Ojek Online, Wahono menegaskan bahwa aksi ini merupakan solidaritas atas penghinaan Prabowo kepada ojek online.

“Hormati pekerjaan kami sebagai ojek online, karena pekerjaan kami halal. Dan Arek-arek Suroboyo menolak keras pernyataan Prabowo yang merendahkan profesi mulia kami,” tegasnya.

Komunitas Peduli Ojek online di Jawa Timur, lanjut Wahono, mendesak dan memaksa kepada Prabowo agar segera meminta maaf kepada para ojek online di Indonesia termasuk di Surabaya. Ia juga meminta kepada Prabowo jangan menjadikan ojol komoditas politik.

“Berkampanyelah dengan bijak. Jangan eksploitasi kami untuk dijadikan komoditas politik. kami selalu tertib, kami jujur menghidupi keluarga kami,” pungkasnya.

Dalam aksi yang dijaga petugas kepolisian, meteka pengemudi ojek online membawa poster yang antara lain bertuliskan, “Pak Prabowo Stop Remehkan Ojek”, “Lebih Baik Ngojek Daripaa Nge-Hoax’,” ‘Pak Prabowo Jangan Remehkan Profesi Kami”.

(Dny)

LEAVE A REPLY