Kemenpora Belum Tanggapi Dugaan Korupsi Kemah Pemuda Islam

0
589
Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto
Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto

Jakarta, Nawacita — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunggu laporan internal terkait dugaan korupsi pada kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia. Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto mengaku belum bisa menanggapi banyak kasus yang ditangani Polda Metro Jaya tersebut.

“Saya menunggu detail laporan dari rekan kami berapa hari dan lainnya (soal kegiatan itu), saya masih nunggu dari internal kami,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (23/11).

Gatot menjelaskan, Kemenpora mengadakan acara kemah dan apel dengan mengundang PP Pemuda Muhammadiyah dan Kepemudaan NU dalam hal ini adalah Gerakan Pemuda Anshor. Kegiatan bertujuan untuk konsolidasi dan kebersamaan antara Kemenpora dan kepemudaan.

Kegiatan yang digelar sekitar Bulan November dan Desember tahun 2017 itu berlangsung di Prambanan, Yogyakarta. Namun Gatot mengaku belum mengetahui secara rinci berapa jumlah anggaran yang digunakan hingga berapa banyak peserta yang hadir kala itu.

Kepanitiaan, kata Gatot, berasal dari Kemenpora karena mereka lah pihak yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Namun Gatot mengaku belum mengetahui siapa-siapa saja yang menjadi panitia.

“Kegiatan itu dalam konteks sebagai bagian untuk konsolidasi, kebersamaan, kan selama ini misalnya kayak kelompok ormas kepemudaan NU maupun Muhammadiyah itu kan perlu kita dudukkan bareng, ada kegiatan bersama, apel bersama juga bagian dari sinergitas satu sama lain, pelaksanaan di akhir tahun 2017,” tuturnya.

Gatot mengaku soal pengusutan dugaan korupsi pun baru diketahuinya dari pemberitaan di media massa yang beredar dua hari belakangan. Namun dia sudah meminta keterangan dari pemeriksa keuangan internal Kemenpora.

“Kalau menurut pengakuan tidak ada masalah dari Kemenpora,” ucapnya.

Gatot mengaku, pihaknya tidak ingin ada masalah terlebih soal penyalahgunaan anggaran seperti yang ramai diberitakan. Sementara itu, Gatot mengaku Bendahara Kemenpora Abdul Latief telah diperiksa oleh polisi. Namun dia belum tahu apa saja keterangan yang diminta polisi kepadanya.

“(Yang diperiksa) Bendaharanya, Pak Latief. Saya belum tahu (soal apa) saya belum ketemu dengan Pak Latief-nya,” ucapnya.

Polda Metro Jaya telah meningkatkan penyelidikan dugaan korupsi kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2017 ke tahap penyidikan. Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak pun menjadi salah satu pihak yang diperiksa polisi hari ini.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memanggil tiga saksi untuk diperiksa. Mereka adalah Ahmad Fanani selaku ketua kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah, Abdul Latif dari Kemenpora, dan Safarudin selaku ketua kegiatan dari GP Ansor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia berlangsung di Cibubur, Jakarta Timur. Acara tersebut diinisiasi oleh Kemenpora dan Pemuda Muhammadiyah.

cnn

LEAVE A REPLY