MPR: Rakyat Lebih Takut Janji yang Tak Terlaksana Ketimbang Genderuwo

0
378
Hidayat Hur Wahid
Hidayat Hur Wahid

JAKARTA, Nawacita –Pernyataan kontroversial Presiden Jokowi soal politik sontoloyo dan politik genderuwo menjadi polemik di kalangan publik.

Meski diksi sontoloyo dan genderuwo tersebut ditujukan Jokowi untuk menyindir politikus yang kerap menyebar propaganda dan ketakutan, namun sebagai kepala Negara yang menyandang status Petahana di Pilpres 2019 komunikasi Jokowi itu dianggap tidak sehat.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengaku paham bahwa maksud pernyataan Jokowi tersebut merupakan ikhtiar agar gelatan Pilpres 2019 berlangsung damai dan teduh. Meskipun kemudian pilihan diksi tersebut menuai kritik.

Berikut petikan wawancara dengan Hidayat Nur Wahid yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS perihal polemik genderuwo, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/11/2018):

– Soal istilah genderuwo pantas kah dilontarkan oleh Presiden?

Ya, itu lagi-lagi bagian dari yang sekarang sudah menjadi isu publik. 

Sontoloyo, Genderuwo itulah ungkapan-ungkapan Jawa yang populer di masyarkat Jawa. Tapi apakah itu layak dipake oleh seorang presiden?. Ya ini memang bagian dari justru mengingatkan semuanya sebetulnya. 

– Jadi, pesannya tidak boleh berpolitik genderuwo?

Betul. Jangan ada yang berpolitik dengan cara genderuwo. Genderuwo itu menakutkan. Tapi terlalu banyak berjanji tapi tidak melaksanakan itu juga menakutkan loh, kan nanti orang-orang gak percaya dengan sang yang berjanji. 

– Lebih menakutkan berarti?

Menakutkan kalau kita kemudian dalam tanda kutip perilaku kita justru menghadirkan bukan politik yang mengayomi tapi publik yang membelah, jangan. 

Harusnya politik kita politik yang betul-betul mengokohkan NKRI kita mengokohkan Bhinneka Tunggal Ika kita, berpedomankan pada Pancasila dan kalau itu yang terjadi narasi yang dipakai mestinya narasi yang sejalan dengan itu semuanya. 

Ini adalah sekaligus mengingatkan semuanya karena genderuwo itu satu hal yang menakutkan dan menakutkan bisa berlaku dengan cara apapun dan mari jangan berpolitik yang menakutkan. 

– Sebetulnya, istilah genderuwo itu tepat tidak untuk diluar politik?

Masyarakat yang kemarin anak-anak remaja di Jawa Tengah pake minum rebusan pembalut wanita itu kan genderuwo juga kan mengerikan banget. 

Bagaimana mungkin anak-anak kaya begitu. Genderuwo memangnya harus diposisikan pada posisi yang menurut saya sih proposional aja. 

Jangan ada yang menakutkan baik itu di DPR, pemerintah di rakyat di partai politik di ormas di media-media juga bisa mengerikan. 

Kalo media hanya memberitakan sepihak dan kemudian menutup yang lain kan rakyat tidak mengeti yang sebenrnya. Akibatnya akan membuat kesimpulan yang sebenarnya itu menakutkan.

trpsnyn

LEAVE A REPLY