Pakde Karwo Usul FEB Buat Kurikulum Enterpreneurship

0
435

Surabaya,Nawacita.co – Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo mengusulkan agar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) membuat kurikulum baru tentang enterpreneurship atau kewirausahaan. Langkah ini penting dilakukan agar para mahasiswa ekonomi bisa menjadi petarung dan siap bersaing sehingga tidak hanya menjadi pasar di negara sendiri.

“Salah satu caranya yakni dengan membuat inkubator-inkubator dan tempat prakteknya tidak hanya di laboratorium tapi bisa ketemu langsung dengan konsumen,” terang Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim saat membuka Kongres VI Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia di Hotel Sheraton, Surabaya, Kamis (25/10).

Pakde Karwo menjelaskan, berdasarkan global enterpreneurship index tahun 2018 di Indonesia baru 21% masyarakat yang berkeinginan untuk menjadi wirausaha. Namun, realisasinya yang menjadi wirausaha jauh lebih sedikit dari persentase tersebut.”Khusus di Jatim jumlah persentase wirausaha mencapai 30,76% dari total penduduk, dan mampu menyerap 12,1 juta tenaga kerja dari total 20,2 juta tenaga kerja yang tersedia,” urainya.

Selain itu, pada tahun 2019 Jatim akan menghadapi tantangan middle income trap dimana jebakannya berada di SDM. Karenanya, permasalahan SDM harus segera diselesaikan dengan mencipatkan iklim wirausaha yang kondusif. “Saya rasa kongres ini sangat tepat sehingga bisa tercipta mata kuliah dasar untuk menciptakan SDM enterpreneur ,” ujar orang nomor satu di Jatim ini.

Pakde Karwo menambahkan, teknologi digital juga dimasukkan dalam penerapan kurikulum kewirausahaan untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Semua data atau raw material harus diinputkan lewat sistem aplikasi sehingga konsumen bisa mengakses informasi yang dibutuhkan.

0“Dalam operasionalnya tetap mengedepankan peran teknologi dan orang, karena tidak terpisahkan dan sistem yang dibuat bukan robot yang bisa jalan sendiri,” terangnya sembari menambahkan pemanfaatan teknologi digital akan mempermudah dan menarik pasar.

Dalam konsep wirausaha, terang Pakde Karwo, harus menggunakan market intelijen yang bisa dibuat oleh pemerintah ataupun pelaku usaha. Lewat market intelijen maka akan mudah mengetahui kebutuhan pasar dan produk yang tersedia. “Kita mesti mengetahui produk kita akan dipasarkan kemana saja. Selain itu, bisa juga bekerjasama dengan market place seperti bukalapak dan lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, ke depan model ekonomi mesti didesain ekonomi negara kepulauan. Dicontohkan, Jatim saat ini telah memiliki kantor perwakilan dagang di 26 provinsi untuk menggerakkan sektor perdagangan. “Kita harus memahami betul bahwa kita merupakan negara kepulauan jadi kita harus memiliki perwakilan dagang di masing-masing pulau tersebut,” jelas Pakde Karwo.

Pakde Karwo berharap, lewat kegiatan ini bisa menghasilkan terobosan ekonomi dan bisnis yang bisa bermanfaat bagi negara dan bangsa.”Pendidikan kita harus maju sehingga mahasiswa sudah disiapkan dalam menghadapi perubahan yang begitu selama 10 tahun ke depan,” pungkasnya.

Keberhasilan Ekonomi Akan Menentukan Keberhasilan Bangsa Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof. Dr. M. Nasih menyampaikan, bahwa keberhasilan ekonomi akan menentukan keberhasilan suatu bangsa. Karena, hampir semua ukuran utama keberhasilan pembangunan ditentukan oleh sektor ekonominya. “Kita ketahui bersama bahwa sesuatu dibilang berhasil jika ada efek peningkatan ekonomi atau uang,” tegasnya.

Prof. Nasih menjelaskan, kongres ini merupakan kegiatan strategis karena prosentasi mahasiswa ekonomi sangat besar atau sekitar 15%sampai 20% pada sebuah universitas. Oleh sebab itu, keberhasilan fakultas ekonomi merupakan bentuk keberhasilan sebuah universitas. “Baik di UI, UNAIR, UB maupaun universitas lainnya jumlah mahasiswa ekonomi memiliki porsi yang sangat besar,” imbuhnya.

Ditambahkan, untuk menunjang keberhasilan mahasiswa ekonomi di masa yang akan datang maka perlu dipersiapkan kurikulum yang sesuai dengan masa kini. Dengan demikian, mahasiswa akan memiliki bekal penuh, berjiwa kreatif, dan bisa menjadi pembelajar yang tangguh. “Apapun yang dihasilan oleh FEB harus bisa menghasilkan sesuatu yang kreatif inovatif dan dituangkan dalam kurikulum,” harap Prof. Nasih.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI Dr. Suharsono, Dekan FEB UNAIR Prof. Dr. Dian Agustin, para dekan FEB perguruan tinggi negeri/PTN se-Indonesia, Dewan Pengurus Nasional AFEBI, dan para kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim.

(Dny)

LEAVE A REPLY