MUI: Mari Maafkan Pelaku Pembakaran Bendera Berkalimat Tauhid

0
351
Waketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi
Waketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi

Jakarta,Nawacita – Tiga pelaku pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, meminta maaf. Mereka mengaku melakukan pembakaran karena menganggap bendera tersebut bendera HTI. Majelis Ulama Indonesia mengajak masyarakat memaafkan kekhilafan para pelaku.

“MUI dapat memahami permohonan maaf tiga orang pelaku pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid. Pelaku menyadari kesalahannya karena telah membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid yang mereka kira sebagai bendera ormas HTI yang sudah dilarang oleh pemerintah,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi, Rabu (24/10/2018).
Zainut mengatakan, perbuatan para pelaku dilakukan secara spontan tanpa ada koordinasi dengan pimpinan. Sehingga perbuatan para pelaku murni atas inisiatif sendiri.

“MUI mengajak semua pihak untuk dapat memaafkan pera pelaku atas kekhilafannya, meskipun demikian tidak berarti menghentikan proses hukumnya, untuk hal tersebut MUI meminta kepada pihak Kepolisian untuk terus mendalami dan menyelidiki kasus ini secara sungguh-sungguh untuk mengetahui motif parapelakunya dan mengembangkan kasusnya untuk mengetahui para pihak yang memicu terjadinya konflik dan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Zainut, MUI mengimbau kepada seluruh komponen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan. MUI juga meminta masyarakat waspada terhadap segala bentuk provokasi, hasutan dan fitnah dari pihak-pihak yang ingin membuat perpecahan di kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia.

“MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat luas untuk tetap tenang, menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang melampaui batas,” imbuh Zainut.

“MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk mengambil tindakan hukum guna meredam terjadinya gejolak sosial yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” sambungnya menegaskan.

dtk

LEAVE A REPLY