Hibah Inovasi kemitraan Australia Dan Indonesia

0
419

Surabaya,Nawacita.co – Unusa Di percayai oleh Kemitraan antara pemerintah Australia dan lndonesia  melalui  program inovasi untuk anak sekolah Indonesia ( INOVASI), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa ) manggagas Bengkel Literasl Numerasi di Kab. Pasuruan dengan melibatkan 16 Sekolah Dasar di Kec. Lakok.

Program ini, sebagaimana diungkapkan Rektor Unusa, Prof. Dr. lr. Achmad jazidie M.Eng, merupakan bagian dari upaya Unusa untuk ikut serta menyukseskan program pemerintah terkait dengan program literasi. ”Alhamduliilah proposal yang kami ajukan dinilai layak, sehingga memperoleh hibah ini yang pambiayaannya dicover oleh Pemerintah Australia bekerjasama dengan Kamenterian Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya, Jumat (12/10) siang.

Program INOVASl merupakan program kemitraan antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah lndonesia yang memfokuskan pada 3 bidang yakni: literasi; numerasi; dan pendidikan lnklusi.

Selain tiga bidang itu, karena kepemimpinan kepala sekolah (leadership) menjadi kekuatan dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar, maka leadership juga menjadi kegiatan yang akan dikembangkan dalam Program inovasi. Di jatim, program ini menjangkau 5 kabupaten/kota masing-masing Kab. Sidoarjo, Kab. Sumenep, Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, dan Kota Batu.

”Bagi Unusa, pengalaman menjalankan program hibah yang didanai luar negeri (Australia -Red) memang baru kali pertama, karena itu kesempatan ini akan dijadikan pembelajaran berharga untuk kami jalankan sebaik-baiknya. Apalagi
Unusa satu-satunya PTS yang terpilih dalam program ini,” kata Rektor

Dijelaskannya, Bengkel Literasi Numerasi adalah upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar yang fokus pada kemampuan literasi dengan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematik Realistik indonesia).

Sementara itu, Prof. Dr. Siti Maghfirotun Amin, M.Pd., selaku tim ahli dalam pembentukan Bengkel Literasi Numerasi mengatakan, matematika menjadi momok bagi siswa, karena selama ini pembelajaran matematika dijauhkan dari kehidupan sehari~hari dan hanya dipahami pada perkalian, penambahan yang disajikan dengan sulit.

“Melalui bengkel ini, pembelajaran matematika Iebih kontekstual dan realistik. Sehingga siswa tertarik dan mengerti bahwa matematik panting dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya tentang hitung-hitungan tapi juga terkait dengan Iogika atau nalar,” kata Prof Amin, Guru Besar Matematika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang mendampingi Rektor UNUSA dalam jumpa pers.

Tolak ukur keberhasilan program ini antara lain meningkatnya hasil belajarsiswa di kelas rendah (1, 2, dan 3) dalam bidang numerasi melalui pembelejaran matematika. Program ini akan melibatkan peran kelompok kerja guru (KKG) dan kelompok kerja kepala sekolah (KKKS).

Selain melakukan penguatan di sekolah dasar (SD), Program INOVASI juga menyasar Madrasah lbtidaiyah (Ml) dibawah naungan Kementrian Agama.

Pada kesempatan lain, Gubenur Jawa Timur, Soekarwo menyatakan dukungannya pada pelaksanaan Program INOVASI ini di Jawa Timur. ‘Pemprov Jatim merekomendasikan sejumlah kabupaten / kota sebagai mitra awal INOVASI. INOVASI bermitra di Jawa Timur hingga 2019. Kabupaten / kota yang terpilih adalah kabupaten / kata yang kebijakannya berpihak pada mutu pembelajaran siswa serta peduli pada anak berkemampuan khusus,’ ungkap Soekarwo.

(Dny)

LEAVE A REPLY