Kejati Periksa 43 Orang Terkait Korupsi KUR Bank Jatim

0
555
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jombang, NawacitaKejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memeriksa 43 orang terkait dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jatim Cabang Jombang yang merugikan negara sekitar Rp 18 miliar, Kamis (4/10/2018).

Pemeriksaan yang dilakukan selama tiga hari itu bertempat di ruang Staf Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang. Sedangkan 43 orang yang dimintai keterangan itu meliputi beberapa karyawan Bank Jatim Cabang Jombang yang sedang menjalani hukuman setelah divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Jumlah totoalnya ada 43 orang yang kita mintai keterangan. Selain karyawan Bank Jatim Jombang, juga ada debitur serta orang-orang yang namanya tercantum dalam penerima kredit meskipun tidak ikut menikmati juga ikut kita periksa,” kata Satuan Khusus Tipikor Kejati Jatim, Sugimin.

Sugimin menjelaskan, kasus KUR Bank Jatim Jombang itu merupakan tindak lanjut dari kasus yang mencuat pada 2014 lalu. Saat itu, kasus tersebut ditangani oleh Polda Jatim. Sebanyak 12 orang dari Bank Jatim sudah divonis dalam perkara tersebut.

Namun demikian, masih ada sejumlah pihak yang bermain dalam kasus tersebut belum tersentuh oleh hukum. Oleh sebab itu, Kejati Jatim mengambil alih kasus KUR (Kredit Untuk Rakyat) tersebut. “Kami melihatnya bukan lagi soal perbankan, namun sudah kepada ranah korupsi. Karena merugikan negara sekitar Rp 18 miliar,” kata Sugimin.

Apa status 43 orang yang dimintai keterangan tersebut? Sugimin menjelaskan bahwa kasus KUR Bank Jatim itu masih dalam tahap penyelidikan. Sehingga orang-orang yang menjalani pemeriksaan belum dinaikkan statusnya menjadi saksi.

“Kita masih tahap penyelidikan. Jadi masih mengumpulkan bahan dan keterangan. Termasuk 10 karyawan Bank Jatim yang sedang menjalani hukuman juga kita datangkan untuk diminta keterangan. Namun bagi yang tidak datang, pemeriksaan selanjutnya kita lakukan di Surabaya,” katanya.

bj

LEAVE A REPLY