Gubernur Jatim Minta Bupati Nganjuk Kembangkan Ekonomi Kerakyatan

0
414

Nganjuk, Nawacita.co – Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo meminta Bupati Nganjuk masa jabatan 2018-2023 untuk fokus mengembangkan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Serah Terima Jabatan/Sertijab dari Penjabat (Pj) Bupati Nganjuk kepada Bupati Nganjuk Masa Jabatan 2018-2023 dan Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Kab. Nganjuk, Selasa (2/10).

Ekonomi kerakyatan ini, menurut gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo, berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat dengan mengerahkan sumber daya ekonomi lokal atau swadaya.

“Saya usul semua pasar modern di Nganjuk diwajibkan menjual 50 persen lebih produk Nganjuk. Bupati berhak mengatur itu, agar masyarakat terlindungi dalam konsep ekonomi kerakyatan,” katanya.

Menurutnya, ekonomi kerakyatan ini juga dapat dilakukan dengan mengembangkan UMKM berbasis digital dan pengembangan industri agrobisnis. Dalam bidang UMKM, Pakde Karwo meminta Disperindag memfasilitasi UMKM agar mulai masuk dalam perdagangan elektronik atau e-commerce. Misalnya, bekerjasama dengan start up seperti Bukalapak.

Dalam bidang pertanian, lanjut Pakde Karwo, bisa dilakukan dengan mengembangkan industri primer sekunder atau pasca panen. Dengan begitu, para petani akan mendapakan nilai tambah dari produknya. Selain itu didukung pula dengan skema pebiayaan atau kredit murah bagi para petani.Apalagi dari PDRB Kab. Nganjuk pada tahun 2017 sebesar 22,89 triliun rupiah, paling besar dari sektor pertanian yakni sebesar 30,65 persen.

“Nilai tambah ini harus di gapoktan bukan di perusahaan besar, jadi dari gapoktan ini harus sudah jadi produk olahan seperti beras yang bisa masuk di minimarket,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Pakde Karwo berharap, di tahun 2019 berbagai permasalahan bidang sosial seperti masalah stunting, Angka Kematian Bayi (AKB), dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ada di Kab. Nganjuk bisa menurun. Seperti diketahui, prevalensi stunting di Kab. Nganjuk sebesar 25,9 persen dan AKB di Kab. Nganjuk sebanyak 147 kasus.

Di akhir, Pakde Karwo berpesan agar Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk untuk kompak dan menjalin hubungan baik dengan DPRD. Apalagi menurut peraturan perundang-undangan, pemerintahan daerah adalah Bupati, Wakil Bupati dan DPRD.

“Setiap permasalahan yang ada harus dibicarakan dengan baik dan silaturahmi itu penting,” pungkasnya.

Nganjuk Nyawiji

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Nganjuk masa jabatan 2018-2023, H. Novi Rahman Hidayat, S.Sos, MM mengatakan, sesuai visi misi yang telah disusun, akan mewujudkan Kab. Nganjuk yang maju dan bermartabat atau istilahnya “Nganjuk Nyawiji”. Nyawiji disini bermakna bersatu, bekerjasama, dan gotong royong melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan Kab. Nganjuk.

Menurutnya, konsep Nyawiji ini berarti memamfaatkan seluruh sumber daya alam yang melimpah serta kekayaan budaya Kab. Nganjuk. Melimpahnya SDA seperti pertanian, perikanan dan peternakan harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dalam visi misi ini kami juga akan mewujudkan tatanan masyarakat yang dinamis dan harmonis. Meningkatkan kinerja birokrasi yang bersih dan profesional sehingga terwujudnya penyelenggara pemerintahan yang partisipatif dan transparan,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, ia akan memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan, meningkatkan profesionalisme, transparansi dan kebersihan birokrasi di Kab. Nganjuk.

“Bahwa penerimaan, mutasi dan promosi PNS harus bersih tanpa pungutan,” katanya

Sertijab ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari Pj. Bupati Nganjuk, Drs. H. Sudjono, MM kepada Bupati Nganjuk masa jabatan 2018-2023, H. Novi Rahman Hidayat, S.Sos, MM, dilanjutkan penandatanganan oleh Gubernur Jatim. Setelah itu, dilakukan penyerahan memori jabatan dari Pj. Bupati Nganjuk kepada Bupati Nganjuk. Usai sertijab, dilanjutkan dengan rapat paripurna istimewa DPRD Kab. Nganjuk.

Turut hadir, Wakil Bupati Nganjuk masa jabatan 2018-2023, pimpinan dan anggota DPRD Kab. Nganjuk, Forkopimda Kab. Nganjuk, Kepala Bakorwil Bojonegoro, beberapa Kepala OPD di lingkungan Provinsi Jatim, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Nganjuk

LEAVE A REPLY